Produktif Tanpa Mengorbankan Sehat: Mitos atau Fakta?

Sorong, 11 Februari 2026 — Pernah ga sih kita selalu mengerjakan tugas h-1 deadline? Bahkan ada yang sampai beberapa jam sebelum deadline, pasti capek banget kan?

Banyak orang merasa dirinya justru lebih produktif saat berada di bawah tekanan. Detak jantung meningkat, fokus terasa lebih tajam, dan pekerjaan bisa selesai dalam waktu singkat. Fenomena ini sering disebut sebagai “the power of kepepet”. Tapi, apakah benar cara ini efektif dalam jangka panjang?

Secara psikologis, tekanan memang bisa memicu adrenalin yang membuat kita lebih waspada dan fokus. Namun, jika terus-menerus dilakukan, kebiasaan menunda pekerjaan hingga mendekati tenggat waktu justru dapat berdampak buruk pada kesehatan fisik maupun mental. Kurang tidur, pola makan berantakan, stres berlebih, hingga gangguan kecemasan bisa menjadi konsekuensinya.

Selain itu, bekerja terburu-buru meningkatkan risiko kesalahan. Hasil pekerjaan mungkin selesai tepat waktu, tetapi kualitasnya belum tentu maksimal. Dalam jangka panjang, pola seperti ini bisa menurunkan performa dan membuat tubuh mudah lelah karena tidak pernah benar-benar beristirahat dengan cukup.

Produktif bukan berarti harus mengorbankan kesehatan. Produktivitas yang sehat adalah ketika kita mampu mengatur waktu dengan baik, membagi tugas menjadi bagian-bagian kecil, dan menyelesaikannya secara bertahap. Dengan begitu, beban tidak menumpuk dan tubuh tetap punya waktu untuk istirahat.

Mulai dari hal sederhana seperti membuat to-do list harian, menentukan prioritas, dan menetapkan target realistis. Jangan lupa sisihkan waktu untuk tidur cukup, makan teratur, dan bergerak aktif. Tubuh yang sehat justru membantu kita bekerja lebih fokus dan konsisten.

Jadi, boleh saja sesekali kejar deadline. Tapi kebiasaan menunda dan menumpuk tugas sebaiknya mulai dikurangi, ya. Karena produktif itu penting, tapi menjaga kesehatan jauh lebih penting untuk jangka panjang.(AAM)

Share this Post