Ramadan Berlalu, Adakah yang Tertinggal dalam Diri Kita?
Sorong, 21 Maret 2026 — Bulan Ramadan telah berlalu, meninggalkan berbagai pengalaman spiritual bagi mahasiswa yang menjalani aktivitas akademik di tengah ibadah puasa. Momentum ini menjadi waktu refleksi untuk menilai kembali apa saja yang tertinggal setelah sebulan penuh meningkatkan ibadah dan memperbaiki diri.
Selama Ramadan, berbagai kebiasaan positif terbentuk, seperti disiplin waktu, memperbanyak ibadah, serta meningkatkan kepedulian sosial. Di tengah kesibukan perkuliahan, mahasiswa tetap berupaya menjaga kualitas ibadah, mulai dari salat berjamaah, tadarus Al-Qur’an, hingga berbagi dengan sesama.
Namun, setelah Ramadan berakhir, muncul tantangan dalam menjaga keberlanjutan kebiasaan tersebut. Aktivitas akademik yang kembali normal sering kali membuat sebagian kebiasaan baik perlahan berkurang. Hal ini menjadi perhatian penting agar nilai-nilai yang telah dibangun selama Ramadan tidak hilang begitu saja.
Selain itu, Ramadan juga meninggalkan momen kebersamaan, baik di lingkungan kampus maupun keluarga. Kegiatan seperti buka puasa bersama, diskusi keagamaan, hingga aktivitas sosial menjadi bagian yang mempererat hubungan antar mahasiswa. Setelah Ramadan, momen tersebut menjadi pengingat akan pentingnya menjaga silaturahmi.
Refleksi pasca-Ramadan tidak hanya berfokus pada apa yang telah dilakukan, tetapi juga pada hal-hal yang masih perlu diperbaiki. Kesadaran ini diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk terus mempertahankan kebiasaan baik serta meningkatkan kualitas diri dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan berakhirnya Ramadan, diharapkan nilai-nilai positif yang telah dibangun tetap terjaga dan terus diamalkan. Semoga setiap individu diberikan kesempatan untuk kembali bertemu dengan Ramadan berikutnya dalam keadaan yang lebih baik dan penuh kesiapan.(AAM)