Rapimwil I dan Baitul Arqam Madya PWPM Papua Barat Daya Digelar di Universitas Muhammadiyah Sorong

Sorong, 29 Januari 2026 Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Provinsi Papua Barat Daya menyelenggarakan Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) I dan Baitul Arqam Madya pada Kamis (29/1/2026) bertempat di Aula Rektorat Lantai 3 Universitas Muhammadiyah Sorong. Kegiatan ini menjadi momentum strategis konsolidasi organisasi serta penguatan ideologi kader Pemuda Muhammadiyah di Papua Barat Daya.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan Gubernur Papua Barat Daya yang diwakili Kepala Bidang Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Papua Barat Daya, Agustinus Howay, S.Sos., Rektor Universitas Muhammadiyah Sorong Dr. Muhammad Ali, M.H., M.M., Ketua PWPM Papua Barat Daya Wiryawan Kresna Wisnu Brata, M.I.Kom., perwakilan Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dr. Nurhadianto selaku Ketua Bidang Penkaderan, Direktur Binmas Polda Papua Barat Daya Kombespol Erfan, Ketua PDPM se-Papua Barat Daya, unsur ortom Muhammadiyah se-Papua Barat Daya, para dosen Universitas Muhammadiyah Sorong, serta seluruh peserta Baitul Arqam Madya.

Dalam laporan penanggung jawab kegiatan, Akmal Ridwan, M.M. selaku Ketua Panitia menyampaikan bahwa Rapimwil I dan Baitul Arqam Madya mengusung tema “Meneguhkan Ideologi Pemuda Negarawan untuk Papua Barat Daya Maju, Mandiri, dan Sejahtera.” Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta yang berasal dari Kabupaten Maybrat, Kabupaten Sorong Selatan, Kabupaten Sorong, Kota Sorong, dan Kabupaten Raja Ampat, serta dilaksanakan pada 29–31 Januari 2026 di Asrama HJ. “Kami berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan kesadaran ideologis, memperkuat semangat kebangsaan, serta membentuk jiwa kepemimpinan pemuda sebagai calon negarawan yang berkomitmen membangun Papua Barat Daya secara berkelanjutan,” ujarnya.

Rektor Universitas Muhammadiyah Sorong, Dr. Muhammad Ali, M.H., M.M., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Persyarikatan Muhammadiyah dan Pemuda Muhammadiyah atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa kegiatan kemuhammadiyahan dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan yang patut disyukuri. “Saya berterima kasih kepada pengurus Muhammadiyah atas pelaksanaan Rapimwil dan Baitul Arqam Madya ini. Kita harus bersyukur karena kegiatan kemuhammadiyahan terus berkembang,” ungkapnya.

Beliau juga berpesan agar Pemuda Muhammadiyah memiliki arah perjuangan yang jelas serta kesungguhan dalam mengikuti proses perkaderan. “Pemuda Muhammadiyah harus mengetahui ke mana arah geraknya. Baitul Arqam jangan hanya diikuti satu kali jika semangat dan nilai-nilainya belum terbentuk dengan baik. Jangan sampai setelah rapat kerja dan Baitul Arqam selesai, semangatnya ikut hilang. Kegiatan ini akan kami evaluasi untuk melihat perkembangannya ke depan,” tegasnya.

Sementara itu, perwakilan Gubernur Papua Barat Daya, Agustinus Howay, S.Sos., menyampaikan dukungan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya terhadap kegiatan kepemudaan yang berorientasi pada kepentingan bersama. “Atas nama Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, kami menyambut baik kegiatan ini sebagai wadah pemuda untuk menyatukan pikiran, gagasan, dan program demi kepentingan banyak orang,” ujarnya.

Beliau menambahkan bahwa kerja sama, kolaborasi, silaturahmi, dan komunikasi antara pemuda dan pemerintah harus terus diperkuat. “Organisasi kepemudaan jangan dijadikan alat kepentingan kelompok, melainkan sarana perjuangan untuk kepentingan bersama. Terima kasih kepada Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah dan seluruh pengurus wilayah Muhammadiyah di Papua Barat Daya,” tutupnya. (DWS)

Share this Post