Rasa Kantuk di Kampus Meningkat, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Sorong, 09 April 2026 Rasa kantuk yang kerap dialami mahasiswa saat mengikuti perkuliahan kini menjadi fenomena yang semakin umum terjadi. Kondisi ini tidak hanya disebabkan oleh kurang tidur, tetapi juga dipengaruhi oleh gaya hidup, pola belajar, serta lingkungan kampus yang kurang mendukung fokus dan konsentrasi.

Mahasiswa sering kali memiliki pola tidur yang tidak teratur akibat tuntutan akademik dan kebiasaan menggunakan gawai hingga larut malam. Akibatnya, tubuh tidak mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Padahal, kebutuhan tidur ideal berkisar antara 7 hingga 9 jam per malam agar tubuh tetap bugar dan mampu berkonsentrasi secara optimal selama perkuliahan berlangsung.

Selain faktor istirahat, lingkungan belajar turut berperan dalam memicu rasa kantuk. Ruang kelas dengan sirkulasi udara yang kurang baik, suhu yang tidak nyaman, serta metode pengajaran yang monoton dapat membuat mahasiswa lebih cepat kehilangan fokus. Kurangnya interaksi dalam proses pembelajaran juga memperbesar kemungkinan mahasiswa merasa jenuh dan mengantuk.

Aspek pola makan juga tidak kalah penting. Konsumsi makanan tinggi karbohidrat sederhana tanpa diimbangi asupan protein dapat menyebabkan energi tubuh naik secara cepat, lalu turun drastis. Kondisi ini membuat mahasiswa lebih mudah merasa lelah dan mengantuk, terutama saat mengikuti kuliah di siang hari.

Seorang perwakilan akademik menyampaikan bahwa fenomena ini perlu menjadi perhatian bersama. “Rasa kantuk di kelas bukan sekadar kebiasaan, tetapi dapat berdampak pada kualitas pemahaman mahasiswa. Diperlukan kesadaran untuk menjaga pola hidup sehat serta dukungan lingkungan belajar yang lebih interaktif,” ujarnya.

Untuk mengatasi hal ini, mahasiswa disarankan menjaga pola tidur yang teratur, membatasi penggunaan gawai sebelum tidur, serta memperhatikan asupan nutrisi harian. Di sisi lain, kampus diharapkan mampu menghadirkan metode pembelajaran yang lebih dinamis dan suasana kelas yang nyaman, sehingga proses belajar menjadi lebih efektif dan tidak mudah menimbulkan rasa kantuk.(AF)

Share this Post