Rektor Dr. H. Muhammad Ali Lanjutkan Kajian AIK: Mengupas Ciri-Ciri Amal Saleh yang Diterima

Sorong, 06 Maret 2026 — Rektor Dr. H. Muhammad Ali, MM., MH. kembali melanjutkan kajian rutin Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) yang dilaksanakan setiap Selasa dan Kamis di Masjid Darul Ulum UNAMIN. Pada pertemuan kali ini, beliau melanjutkan tema kajian “Ciri-Ciri Amal Saleh yang Diterima (2)” yang membahas bagaimana amal ibadah seseorang dapat diterima oleh Allah SWT.

Dalam kajian tersebut, Dr. Muhammad Ali menekankan pentingnya bagi setiap muslim untuk senantiasa bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT serta selalu membuka pintu taubat apabila terdapat kekhilafan dalam aktivitas kehidupan sehari-hari. Menurutnya, amal saleh tidak hanya dinilai dari banyaknya perbuatan baik, tetapi juga dari kualitas, niat, dan kesesuaiannya dengan tuntunan Rasulullah SAW.

Beliau juga menjelaskan bahwa Allah SWT menciptakan surga dan neraka sebagai bagian dari ketetapan-Nya. Surga dipenuhi dengan berbagai kenikmatan bagi manusia yang beriman, sementara neraka menjadi tempat balasan bagi mereka yang ingkar. Perbedaan unsur penciptaan manusia dari tanah dengan api yang menjadi unsur neraka membuat manusia merasakan penderitaan ketika berada di dalamnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Muhammad Ali menegaskan bahwa manusia tidak memiliki kewenangan untuk menetapkan seseorang sebagai kafir, saleh, atau munafik. Penilaian tersebut merupakan hak mutlak Allah SWT. Manusia hanya diberikan petunjuk berupa ciri-ciri untuk mengenali perilaku dan amal seseorang.

Mengutip pandangan ulama Ibnu Qayyim Al-Jawziya, beliau menyampaikan beberapa tanda amal saleh yang diterima Allah SWT. Salah satunya adalah ketika seseorang merasa bahwa amal yang telah dilakukan masih sedikit dan belum sempurna. Selain itu, seorang muslim dianjurkan untuk selalu beristighfar setelah melaksanakan ibadah, seperti setelah shalat, mengajar, mengikuti pengajian, atau menjalankan ibadah lainnya.

Beliau juga mengingatkan pentingnya memperhatikan sekecil apa pun kebaikan yang dilakukan. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Zalzalah bahwa setiap kebaikan sekecil apa pun akan diperlihatkan balasannya oleh Allah SWT.

Dalam kajian tersebut juga disampaikan kisah para sahabat Nabi yang diminta mengulang wudhu dan shalatnya karena ada bagian tubuh yang tidak terkena air saat berwudhu. Kisah ini menunjukkan pentingnya kesempurnaan dalam menjalankan ibadah.

Lebih lanjut, Dr. Muhammad Ali mencontohkan keteladanan Rasulullah SAW yang melaksanakan shalat malam hingga kakinya bengkak. Hal ini menjadi bukti kesungguhan Rasulullah dalam beribadah meskipun beliau telah dijamin diampuni dosa-dosanya.

Menurutnya, semakin banyak nikmat yang diberikan Allah SWT kepada seseorang, maka seharusnya semakin besar pula rasa syukur yang ditunjukkan melalui amal kebaikan.

Di akhir kajian, beliau menegaskan bahwa terdapat dua syarat utama agar amal dapat diterima oleh Allah SWT, yaitu ikhlas karena Allah dan sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW. Hal ini sejalan dengan hadis yang menyatakan bahwa setiap amalan tergantung pada niatnya.

Selain itu, umat Islam juga diingatkan untuk tidak membuat bid’ah, yaitu menambah atau menciptakan amalan baru dalam agama yang tidak memiliki dasar dari ajaran Rasulullah SAW.

Melalui kajian AIK yang dilaksanakan secara rutin di Masjid Darul Ulum UNAMIN, diharapkan civitas akademika dapat terus meningkatkan pemahaman keislaman serta memperbaiki kualitas ibadah dan amal saleh dalam kehidupan sehari-hari.(AAM)

Share this Post