Rektor UNAMIN Tekankan Hakikat Takwa dan Keikhlasan dalam Kajian AIK Ramadan
Sorong, 17 Maret 2026 — Rektor Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN), Dr. H. Muhammad Ali, MM., MH., kembali menyampaikan kajian rutin Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) usai Salat Dzuhur, Selasa (17/3), di Masjid Darul Ulum UNAMIN. Dalam kajian tersebut, ia mengajak jamaah memanfaatkan sisa Ramadan untuk memperkuat keimanan, meningkatkan kualitas ibadah, serta mempersiapkan bekal kehidupan akhirat.
Dalam ceramahnya, ia mengingatkan bahwa kehidupan dunia bersifat sementara dan diibaratkan sebagai tempat persinggahan atau “panggung sandiwara” sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an. Oleh karena itu, manusia tidak boleh terlena dengan urusan dunia, melainkan harus fokus mengumpulkan amal sebagai bekal menuju kehidupan yang kekal.
Dr. Muhammad Ali juga menjelaskan bahwa konsep takwa memiliki makna yang luas dan disebut lebih dari 200 kali dalam Al-Qur’an. Takwa tidak hanya berarti takut kepada Allah, tetapi juga mencakup sikap menjaga diri, patuh, serta melindungi diri dari segala hal yang dilarang. “Orang bertakwa adalah orang yang mampu menjaga dirinya agar tetap berada dalam ketaatan kepada Allah SWT,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa ibadah yang dilakukan seorang muslim harus memenuhi tiga unsur utama, yakni didasari iman, sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan hadis, serta dilaksanakan dengan penuh keikhlasan. Menurutnya, tanpa keikhlasan, amal ibadah menjadi tidak sempurna. “Allah tidak melihat rupa dan fisik kita, tetapi melihat hati dan ketulusan kita dalam beramal,” tegasnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga etika dalam beramal. Keikhlasan, menurutnya, harus diiringi dengan sikap dan perilaku yang baik. Ia mencontohkan ajaran Rasulullah SAW yang membalas keburukan dengan kebaikan sebagai bentuk akhlak mulia yang perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Di akhir kajian, Dr. Muhammad Ali mengajak seluruh civitas akademika UNAMIN untuk meluruskan niat dalam setiap aktivitas, menjaga kebersamaan, serta membangun lingkungan kampus dengan semangat keikhlasan. Ia berharap melalui kajian rutin AIK selama Ramadan ini, nilai-nilai keislaman dapat semakin dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.(AAM)