Sibuk Boleh, Tapi Ibadah Jangan Sampai Lupa

Sorong,12 April 2026 — Hidup sekarang rasanya makin padat. Bangun pagi langsung dikejar aktivitas, dari kuliah, tugas, organisasi, sampai hal-hal lain yang nggak ada habisnya. Kadang sehari lewat begitu saja tanpa sempat benar-benar berhenti.

Di tengah kesibukan itu, sering banget ada satu hal yang tanpa sadar mulai ditinggal: ibadah.

Awalnya mungkin cuma “nanti aja”, “habis ini dulu”, atau “lagi capek banget”. Tapi lama-lama, jadi kebiasaan. Ibadah yang dulu rutin, sekarang mulai bolong-bolong. Bukan karena nggak mau, tapi karena terlalu sibuk.

Padahal, justru di saat sibuk itulah kita paling butuh ibadah.

Ibadah itu bukan cuma kewajiban, tapi juga tempat buat istirahat—bukan fisik, tapi hati. Saat semuanya terasa penuh dan melelahkan, ibadah bisa jadi momen buat nenangin diri. Kayak berhenti sebentar di tengah jalan yang panjang.

Masalahnya, banyak yang ngerasa harus punya waktu luang dulu baru bisa ibadah dengan baik. Padahal nggak harus begitu. Ibadah itu nggak selalu butuh waktu lama. Yang penting niat dan konsistensinya.

Nggak harus langsung sempurna. Nggak harus langsung banyak. Mulai dari yang sederhana aja dulu. Yang penting jangan sampai benar-benar hilang dari keseharian.

Kadang kita terlalu sibuk ngejar dunia sampai lupa buat “isi ulang” diri sendiri. Padahal kalau hati kosong, semua yang kita jalani juga terasa lebih berat.

Coba pelan-pelan mulai lagi. Sisihkan waktu, walaupun sebentar. Bukan karena terpaksa, tapi karena sadar kita memang butuh.

Karena pada akhirnya, kesibukan itu nggak akan pernah habis. Tapi kalau ibadah terus ditunda, kita yang bakal kehilangan arah.

Jadi, sibuk itu wajar. Punya banyak aktivitas itu juga nggak salah. Tapi di tengah semua itu, jangan sampai lupa sama hal yang justru bikin kita tetap kuat.

Sibuk boleh, tapi ibadah jangan sampai lupa.(RL)

Share this Post