Sinergi Kampus dan Daerah : Unamin Terlibat Langsung dalam Festival Rakyat 2026 Kadin Papua Barat Daya
Sorong,19 Juli 2026 — Kiprah sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Sorong (Unamin) kembali terlihat di panggung daerah. Dalam gelaran akbar Festival Rakyat 2026 yang berlangsung di kawasan Pantai Reklamasi Sorong Modern City, Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada 14–20 Juli 2026, Kariadi, S.H., M.H., dosen Program Studi Ilmu Hukum Unamin, dipercaya mengemban amanah sebagai Sekretaris Panitia kegiatan berskala provinsi tersebut. Dalam menjalankan tugas kesekretariatan, ia didukung oleh tim mahasiswa dan mahasiswi Unamin yang turut terlibat langsung dalam pengelolaan kegiatan.
Festival Rakyat 2026 digagas oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Papua Barat Daya yang berkolaborasi dengan TNI, Polri, TVRI, serta Pemerintah Daerah. Selama sepekan penuh, festival ini menghadirkan pameran dan stan UMKM, hiburan rakyat, serta beragam aktivitas yang menggerakkan perputaran ekonomi di Kota Sorong dan menarik ribuan pengunjung.
Dibuka Mewakili Gubernur, Dihadiri Jajaran Forkopimda
Festival resmi dibuka pada Selasa (14/7/2026) siang. Berdasarkan keterangan panitia, pembukaan dilakukan oleh Gubernur Papua Barat Daya yang diwakili Kepala Kesbangpol Papua Barat Daya, didampingi Ketua Kadin Papua Barat Daya Darwanto, Kapolda Papua Barat Daya Brigjen Pol. Audie Sonny Latuheru, S.I.K., M.Han., Wakil Wali Kota Sorong, serta Danrem 181/Praja Vira Tama yang diwakili Kapenrem. Sebagaimana turut diberitakan HonaiPapua.com, festival ini diposisikan sebagai wadah strategis untuk mempromosikan produk unggulan daerah, mendukung pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta memperluas kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha, dengan situasi keamanan yang terpantau aman dan kondusif sepanjang pembukaan.
Gubernur Blusukan dan Borong Produk UMKM
Antusiasme festival memuncak ketika Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, didampingi istri, turun langsung menyusuri stan-stan UMKM pada Jumat (17/7/2026). Sebagaimana diberitakan Karaka News, Gubernur berdialog dengan para pelaku usaha hingga membeli berbagai produk lokal sebagai dukungan nyata. Ia mengapresiasi kolaborasi Kadin bersama TNI, Polri, TVRI, dan Pemerintah Daerah, serta menilai kegiatan ini “mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM,” dan mendorong agar festival semacam ini dilaksanakan secara berkelanjutan. Sebagai bentuk akuntabilitas, panitia bersama Kadin Papua Barat Daya juga akan menyerahkan laporan lengkap pelaksanaan festival kepada Gubernur, Danrem 181/Praja Vira Tama, dan Kapolda Papua Barat Daya.
Wajah Unamin di Dapur Panitia
Di balik riuhnya panggung dan padatnya stan UMKM, ada kerja senyap kesekretariatan yang memastikan festival sepekan itu berjalan rapi — dan di posisi itulah Kariadi berperan. Sebagai Sekretaris Panitia, dosen Ilmu Hukum Unamin ini menjadi bagian dari simpul koordinasi lintas lembaga: Kadin, TNI, Polri, TVRI, hingga Pemerintah Daerah. Menariknya, ia tidak bekerja sendirian: sebuah tim mahasiswa dan mahasiswi Unamin turut membantu kerja kesekretariatan, memberi mereka pengalaman langsung mengelola event berskala provinsi — pembelajaran nyata di luar ruang kuliah yang tak ternilai.
Kepercayaan itu juga bukan tanpa alasan. Kariadi dikenal aktif di dunia pemberdayaan ekonomi rakyat: ia merupakan Pembina YPBH UMKM Cendrawasih Indonesia, lembaga yang bergerak di bidang pembinaan dan pendampingan UMKM, sekaligus menjabat Ketua DPS PW Jaringan Pengusaha Nasional (JAPNAS) Papua Barat dan Papua Barat Daya. Rekam jejak di dunia UMKM dan jejaring pengusaha inilah yang membuat sosok akademisi Unamin ini dipercaya berada di jantung kepanitiaan festival ekonomi kerakyatan terbesar di provinsi ini.
Kepercayaan yang diberikan kepada akademisi Unamin dalam kepanitiaan sebesar ini menegaskan dua hal sekaligus: pengakuan terhadap kapasitas sumber daya manusia Unamin di mata para pemangku kepentingan daerah, dan komitmen kampus menghadirkan dosen serta mahasiswanya di tengah masyarakat — bukan hanya di ruang kuliah. Keterlibatan ini sejalan dengan semangat pengabdian kepada masyarakat yang menjadi bagian dari Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah, sekaligus memperluas jejaring Unamin dengan dunia usaha dan pemerintah daerah.
Selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)
Keterlibatan Unamin dalam Festival Rakyat 2026 sekaligus menjadi wujud kontribusi kampus terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Pemberdayaan pelaku UMKM dan penggerakan ekonomi kerakyatan yang menjadi ruh festival ini selaras dengan SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) dan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), karena membuka pasar, peluang usaha, dan sumber penghasilan baru bagi masyarakat Papua Barat Daya. Sementara itu, kolaborasi lintas sektor antara Kadin, TNI, Polri, TVRI, Pemerintah Daerah, dan perguruan tinggi mencerminkan semangat SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) — bahwa pembangunan daerah paling efektif digerakkan bersama-sama, dan Unamin hadir sebagai bagian dari kemitraan itu.
Bagi mahasiswa, khususnya di Program Studi Ilmu Hukum, kiprah sang dosen menjadi teladan nyata bahwa ilmu yang dipelajari di kampus dapat diabdikan untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan di Papua Barat Daya. Festival Rakyat 2026 membuktikan bahwa ketika pemerintah, dunia usaha, aparat, media, dan kampus berkolaborasi, UMKM lokal punya panggung untuk tumbuh — dan Unamin bangga menjadi bagian di dalamnya.(RL)