Solidaritas Mahasiswa di Era Individualisme

Sorong, 01 April 2026 — Zaman sekarang, jadi mahasiswa itu nggak cuma soal kuliah dan tugas. Ada satu hal yang mulai terasa berkurang, yaitu solidaritas. Di tengah gaya hidup yang makin individualis, banyak mahasiswa lebih fokus sama urusan masing-masing daripada peduli sama sekitar.

Kesibukan jadi salah satu alasan. Tugas numpuk, organisasi, belum lagi urusan pribadi, bikin mahasiswa lebih memilih “aman sendiri”. Akibatnya, rasa kebersamaan yang dulu sering terasa di lingkungan kampus jadi makin jarang kelihatan.

Padahal, solidaritas itu penting banget. Nggak cuma buat bantu teman yang lagi kesulitan, tapi juga buat bangun relasi dan rasa saling percaya. Hal-hal sederhana kayak saling bantu ngerjain tugas, berbagi informasi, atau sekadar dengerin cerita teman itu udah termasuk bentuk solidaritas.

Masalahnya, sekarang banyak yang gengsi buat peduli. Takut dibilang sok akrab, atau merasa bukan urusannya. Akhirnya, banyak yang memilih diam walaupun sebenarnya bisa bantu.

Kalau terus dibiarkan, suasana kampus bisa jadi dingin dan kaku. Mahasiswa jadi kehilangan makna kebersamaan yang seharusnya jadi bagian penting dari masa kuliah.

Mulai dari hal kecil aja. Sapa teman, bantu kalau bisa, dan jangan terlalu cuek. Karena pada akhirnya, kuliah itu bukan cuma soal nilai, tapi juga soal bagaimana kita jadi manusia yang bisa peduli sama orang lain.(RL)

Share this Post