Sudah Tidur, Tapi Masih Mengantuk Saat Bangun? Kenali Alasannya
Sorong, 24 April 2026 — Bangun pagi dalam kondisi masih mengantuk kerap dialami mahasiswa, meskipun merasa sudah tidur cukup. Kondisi ini tidak selalu berkaitan dengan durasi tidur, tetapi lebih pada kualitas istirahat yang didapatkan. Aktivitas akademik yang padat, kebiasaan begadang, serta tekanan tugas sering kali membuat tubuh tidak benar-benar pulih saat tidur.
Salah satu penyebab utama adalah kualitas tidur yang kurang baik. Kebiasaan menggunakan gawai sebelum tidur atau tidur di jam yang tidak konsisten dapat mengganggu ritme alami tubuh. Akibatnya, proses pemulihan tidak berjalan optimal dan tubuh tetap terasa lelah saat bangun di pagi hari.
Selain itu, tidur yang tampak cukup belum tentu efektif. Tidur yang sering terbangun atau tidak mencapai fase tidur dalam dapat membuat tubuh kehilangan kesempatan untuk memperbaiki energi. Hal ini berdampak pada rasa kantuk yang masih tersisa, disertai kesulitan berkonsentrasi saat mengikuti perkuliahan.
Faktor kelelahan fisik dan mental juga berperan besar. Tugas yang menumpuk, jadwal yang padat, serta tekanan akademik dapat membuat tubuh tetap berada dalam kondisi tegang, bahkan saat tidur. Akibatnya, istirahat tidak memberikan efek pemulihan yang maksimal.
Gaya hidup turut memengaruhi kondisi ini. Konsumsi kafein di malam hari, kurangnya aktivitas fisik, serta pola makan yang tidak teratur dapat mengganggu kualitas tidur. Paparan cahaya dari layar ponsel atau laptop juga dapat menghambat proses alami tubuh untuk beristirahat.
Jika dibiarkan, kondisi ini dapat berdampak pada penurunan produktivitas dan kesehatan secara keseluruhan. Oleh karena itu, mahasiswa perlu mulai memperbaiki pola tidur dengan menjaga jadwal istirahat yang teratur, mengurangi penggunaan gawai sebelum tidur, serta memastikan tubuh mendapatkan waktu istirahat yang berkualitas agar dapat bangun dengan kondisi lebih segar.(AF)