Tim UNAMIN Sorong Raih Penghargaan Juara 3 Kolaborasi Kelembagaan Kosabangsa 2025
Sorong, 24 Juni 2026 — Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN Sorong) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Tim pelaksana UNAMIN Sorong resmi meraih penghargaan Kolaborasi Kelembagaan Juara 3 dalam program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (Kosabangsa) Tahun Anggaran 2025.
Penghargaan tersebut diumumkan pada sesi Grand Award yang menjadi bagian dari rangkaian penutupan Seminar Hasil Program Kosabangsa 2025. Acara prestisius ini diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdikti Saintek) yang berlangsung di Balai Sidang Universitas Muhammadiyah Makassar pada 18 Juni 2026 lalu.
Kosabangsa merupakan program pengabdian kepada masyarakat yang mempertemukan perguruan tinggi pelaksana dengan perguruan tinggi pendamping untuk menyelesaikan persoalan nyata di lapangan. Dalam program ini, UNAMIN Sorong berperan sebagai pelaksana yang turun langsung ke masyarakat, sedangkan Universitas Papua bertindak sebagai pendamping yang memperkuat sisi keilmuan dan teknologi inovasi.
Tim pelaksana UNAMIN Sorong dipimpin oleh Ihsan Febriadi, S.Hut., MP, yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM) UNAMIN Sorong. Sementara itu, tim pendamping dari Universitas Papua dimotori oleh Berta Magalo.
Menurut Ihsan Febriadi, capaian ini berakar pada kolaborasi yang saling melengkapi serta pelibatan masyarakat sebagai mitra sejak awal program.
"Sejujurnya, kunci keberhasilan kami ada di kerja sama yang saling melengkapi. Tim UNAMIN Sorong turun langsung memahami kebutuhan masyarakat, sementara perguruan tinggi pendamping banyak membantu dari sisi teknologi inovasi (paten) dan penguatan keilmuan. Yang paling penting, masyarakat bukan kami posisikan sebagai objek, tapi sebagai mitra. Mereka ikut merancang, ikut mengerjakan, dan ikut merasa memiliki program ini. Dari situlah hasilnya jadi nyata dan bisa bertahan," ujar Ihsan.
Ke depan, tim UNAMIN Sorong berencana memperluas jangkauan program serta melibatkan lebih banyak mahasiswa demi keberlanjutan dampaknya.
"Rencananya program ini akan kami kembangkan supaya jangkauannya lebih luas, tidak berhenti di satu lokasi saja. Kami juga ingin melibatkan lebih banyak mahasiswa supaya ada regenerasi, dan kalau memungkinkan menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah agar dampaknya lebih berkelanjutan. Targetnya sederhana: manfaatnya benar-benar terasa dalam jangka panjang oleh masyarakat," tambah Ihsan.
Ihsan juga berpesan agar semangat pengabdian menjadi kebiasaan bagi seluruh civitas akademika UNAMIN Sorong, bukan sekadar mengejar prestasi.
"Pesan saya, jangan takut memulai dari hal kecil. Inovasi itu tidak selalu harus rumit; yang penting kita peka melihat persoalan di sekitar kita dan mau turun langsung. Ilmu yang kita punya baru benar-benar bermanfaat ketika dibagikan ke masyarakat. Mari kita jadikan pengabdian ini sebagai kebiasaan, bukan sekadar mengejar prestasi. Kalau dikerjakan dengan tulus, hasilnya pasti mengikuti."
Melalui pencapaian ini, UNAMIN Sorong tidak hanya membawa pulang penghargaan nasional, tetapi juga menegaskan posisinya sebagai pionir pengabdian masyarakat yang berdampak nyata di kawasan Indonesia Timur. Keberhasilan dalam program Kosabangsa 2025 ini diharapkan menjadi stimulus bagi seluruh civitas akademika UNAMIN Sorong untuk terus melahirkan inovasi dan memperkuat kemitraan strategis demi kemajuan masyarakat, khususnya di wilayah Papua Barat Daya.(AF)