UM Sorong Bangun Literasi Keuangan Mahasiswa Lewat Sekolah Pasar Modal
Sorong, 2 Februari 2026 – Meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap dunia investasi, Universitas Muhammadiyah Sorong menggelar kegiatan bertajuk “Sekolah Pasar Modal: Start Early, Invest Wisely – Pasar Modal untuk Generasi Z”. Acara ini diselenggarakan di Aula Unamin dan menghadirkan narasumber langsung dari industri pasar modal.
Sebagai pembicara utama, Ibu Lili Ardianti, perwakilan dari PT Phintraco Sekuritas Cabang Jayapura, menyampaikan materi seputar pengenalan pasar modal, pentingnya berinvestasi sejak dini, serta cara membedakan investasi legal dan ilegal. Acara ini disambut antusias oleh mahasiswa berbagai jurusan yang memadati aula sejak pagi hari.
Dalam kegiatan yang berlangsung interaktif ini, mahasiswa diberikan pemahaman mendalam mengenai jenis-jenis instrumen pasar modal seperti saham dan reksa dana. Ibu Lili juga menekankan bahwa investasi bukanlah hal yang sulit atau membutuhkan modal besar, melainkan dapat dilakukan oleh siapa saja, termasuk mahasiswa.
“Mulai lebih awal, meski dengan nominal kecil, jauh lebih baik daripada menunggu. Yang penting paham ilmunya dan tahu di mana harus berinvestasi. Dengan pengetahuan yang benar, kita bisa hindari jebakan investasi bodong yang banyak menargetkan anak muda,” ucap ibu Lili.
Kegiatan ini tidak hanya berisi pemaparan teori, tetapi juga diisi dengan sesi tanya jawab dan praktik membuka akun sekuritas. Mahasiswa secara aktif berdiskusi mengenai tips investasi, risiko yang mungkin dihadapi, serta bagaimana memilih platform investasi yang aman dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Semangat belajar mahasiswa menunjukkan tingginya minat terhadap dunia investasi. Banyak peserta yang mengaku baru pertama kali mengikuti kegiatan seputar pasar modal dan merasa kegiatan ini sangat membuka wawasan.
Melalui kegiatan ini, Universitas Muhammadiyah Sorong menunjukkan langkah nyata dalam menciptakan ruang edukasi yang relevan dengan kebutuhan zaman. Edukasi keuangan tidak lagi menjadi materi eksklusif, melainkan kebutuhan pokok bagi generasi muda yang hidup di era digital dan penuh tantangan ekonomi.
Dengan bekal pemahaman yang kuat, diharapkan para mahasiswa mampu menjadi pionir literasi keuangan di lingkungan sekitarnya dan menumbuhkan budaya investasi yang sehat, legal, dan produktif. Sekolah Pasar Modal ini bukan sekadar agenda sekali jalan, melainkan awal dari gerakan sadar finansial yang lebih luas di lingkungan kampus dan masyarakat.(RL)