UNAMIN Diundang Kemendikdasmen Berikan Masukan Program Revitalisasi SMP 2026
Jakarta Selatan, 15 Januari 2026 – Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) menjadi salah satu perguruan tinggi yang diundang oleh Direktorat Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen RI) untuk memberikan masukan dalam rangka persiapan dan perbaikan pelaksanaan Program Revitalisasi SMP Tahun 2026.
UNAMIN diwakili oleh Ir. H. Irman Amri, ST., MT., IPM, Ketua Pelaksana Revitalisasi SMP Wilayah Tanah Papua sekaligus Wakil Rektor IV Bidang Kelembagaan, Kerja Sama, Sumber Daya Manusia, dan Unit Usaha. Kegiatan diskusi khusus ini dilaksanakan pada Senin–Kamis, 12–15 Januari 2026, bertempat di Hotel Citadines Cilandak, Jakarta Selatan.
Diskusi ini diselenggarakan oleh Direktorat SMP Kemendikdasmen RI sebagai bagian dari evaluasi Program Revitalisasi SMP Tahun 2025 serta penyusunan perbaikan kebijakan dan mekanisme pelaksanaan untuk tahun 2026. Kegiatan tersebut dihadiri oleh 12 perwakilan perguruan tinggi negeri dan swasta dari berbagai wilayah di Indonesia.
Proses diskusi melibatkan Tim Teknis, Tim Pengawas Direktorat SMP, serta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Program Revitalisasi SMP Tahun 2026. Kegiatan diawali dengan pemaparan capaian Program Revitalisasi SMP Tahun 2025 oleh tim kementerian.
Ir. Irman Amri menjelaskan bahwa diskusi dibagi ke dalam dua tahapan utama. Tahap pertama adalah sesi “belanja masalah”, di mana setiap perguruan tinggi mempresentasikan berbagai persoalan yang dihadapi selama pelaksanaan revitalisasi tahun 2025, sekaligus menyampaikan solusi atas kendala tersebut. “Setelah proses belanja masalah, peserta dibagi ke dalam empat tim diskusi. Setiap tim terdiri atas tiga perwakilan perguruan tinggi dan dua tim teknis Direktorat SMP untuk merumuskan solusi perbaikan Program Revitalisasi SMP Tahun 2026,” ujar Irman.
4 aspek utama yang dibahas meliputi perencanaan revitalisasi, sumber daya manusia pelaksana, pelaksanaan program, serta pelaporan kegiatan revitalisasi. Hasil rumusan masing-masing tim kemudian dipresentasikan dan mendapat tanggapan dari Tim Pengawas Direktorat SMP dan PPK.
Dalam arahannya, Cepy Lukman R., M.Kom, PPK Revitalisasi SMP yang juga menjabat sebagai Kepala Subdirektorat Fasilitasi Sarana Prasarana dan Tata Kelola Direktorat SMP Kemendikdasmen, menyampaikan bahwa jumlah SMP yang direvitalisasi pada tahun 2026 diperkirakan meningkat signifikan. “Jika pada tahun 2025 terdapat lebih dari 3.900 SMP yang direvitalisasi, maka pada tahun 2026 jumlah tersebut berpotensi meningkat hingga hampir 300 persen. Oleh karena itu, persiapan yang matang sangat diperlukan agar pelaksanaan revitalisasi berjalan lebih baik,” tegas Cepy Lukman.
Di akhir kegiatan, Cepy Lukman menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh perwakilan perguruan tinggi yang telah hadir dan berkontribusi aktif dalam memberikan masukan strategis bagi penyempurnaan Program Revitalisasi SMP Tahun 2026.
Sementara itu, Ir. Irman Amri menyampaikan apresiasi atas inisiatif Direktorat SMP Kemendikdasmen yang melibatkan perguruan tinggi dalam proses evaluasi dan perbaikan program. “Kami berharap Program Revitalisasi SMP Tahun 2026 dapat berjalan lancar dan sukses, sehingga mampu mendukung terwujudnya program Presiden dalam menyediakan sekolah yang layak bagi generasi penerus bangsa,” ungkap Irman. (DWS)