UNAMIN Dorong Kolaborasi Penanggulangan Bencana dalam RPB Kota Sorong 2026–2029

Sorong, 06 Juni 2026 — Pemerintah Kota Sorong melalui instansi terkait menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dan Konsultasi Publik Penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) Kota Sorong Tahun 2026–2029 yang berlangsung pada tanggal 5–6 Juni 2026 di Hotel Mariat, Kota Sorong. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemerintah, akademisi, organisasi masyarakat, hingga lembaga terkait kebencanaan.

Salah satu peserta yang hadir adalah La Ibal, M.PWK, perwakilan dari Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN). Dalam sesi diskusi, beliau menyampaikan pentingnya peningkatan kesiapsiagaan masyarakat melalui penyediaan dan penguatan infrastruktur pendukung evakuasi bencana.

Menurut La Ibal, keberadaan rambu-rambu jalur evakuasi di Kota Sorong perlu diperbanyak dan dibuat lebih masif, terutama pada kawasan yang memiliki tingkat kerawanan terhadap berbagai potensi bencana. Rambu evakuasi yang jelas dan mudah dipahami masyarakat dinilai menjadi salah satu elemen penting dalam mengurangi risiko korban saat terjadi keadaan darurat.

"Keberadaan rambu jalur evakuasi harus menjadi perhatian bersama. Selain jumlahnya perlu ditambah, penyebarannya juga harus menjangkau wilayah-wilayah yang berpotensi terdampak bencana sehingga masyarakat dapat memahami arah evakuasi dengan baik," ujarnya. — La Ibal, M.PWK, Dosen Prodi PWK UNAMIN

Lebih lanjut, La Ibal juga menegaskan komitmen UNAMIN untuk mendukung upaya penanggulangan bencana melalui kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki mandat dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang dapat berkontribusi dalam pengurangan risiko bencana.

"Kami siap berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Sorong dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung program penanggulangan bencana. Baik pada tahap pra-bencana melalui edukasi, penelitian, dan mitigasi, saat tanggap darurat, maupun pada tahap pascabencana melalui kegiatan pendampingan dan pemulihan masyarakat," jelasnya.— La Ibal, M.PWK, Dosen Prodi PWK UNAMIN

Kegiatan FGD dan konsultasi publik ini menjadi wadah penting untuk menghimpun masukan dari berbagai pihak guna menyempurnakan dokumen Rencana Penanggulangan Bencana Kota Sorong Tahun 2026–2029. Diharapkan dokumen yang dihasilkan mampu menjadi pedoman strategis dalam meningkatkan ketangguhan daerah serta memperkuat sinergi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana di Kota Sorong.

Melalui forum ini, semangat kolaborasi yang dibangun diharapkan dapat menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan Kota Sorong yang lebih tangguh, aman, dan siap menghadapi risiko bencana di masa mendatang.(AF)

Share this Post