UNAMIN Gelar Pendampingan Persiapan Evaluasi IKOBE

Sorong, 11 Mei 2026 — Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) menyelenggarakan kegiatan Pendampingan Persiapan Evaluasi Indeks Kematangan OBE (IKOBE) yang dilaksanakan di Aula Rektorat, Lantai 3 Gedung Rektorat, pada Senin, 11 Mei 2026. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari pelatihan PIKOBE Skema B yang sebelumnya telah dilaksanakan secara daring dan kini dilanjutkan secara luring untuk memperkuat finalisasi dokumen evaluasi.

Kegiatan pendampingan ini diikuti oleh lima program studi dari UNAMIN, yaitu Prodi Teknik Informatika, Prodi Teknik Industri, Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota, Prodi Teknik Sipil, dan Prodi Teknik Lingkungan. Pendampingan dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni pada 11–12 Mei 2026, dengan tujuan memastikan seluruh program studi siap mengikuti evaluasi IKOBE dan meningkatkan mutu implementasi kurikulum berbasis OBE (Outcome-Based Education) secara berkelanjutan.

Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Wakil Dekan, Asih Ahistasari, S.T., M.T., yang mewakili Dekan yang berhalangan hadir. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai bentuk komitmen institusi dalam meningkatkan kualitas kurikulum dan pembelajaran.

"Semoga seluruh tim tetap semangat melanjutkan apa yang telah diarahkan dan dapat menyelesaikan semuanya dengan baik, karena ini menjadi bagian penting untuk peningkatan mutu akademik dan persiapan evaluasi ke depan," tegasnya.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Pusat Indeks Kematangan OBE (PIKOBE) Aptikom, Prof. Prihandoko, S.Kom., MIT., Ph.D., melalui tayangan videotron. Dalam sambutannya, Prof. Prihandoko memaparkan dua skema pendampingan yang disediakan oleh PIKOBE. Skema A difokuskan pada pendampingan desain dan konstruksi kurikulum OBE beserta kelengkapan dokumennya, sementara Skema B diarahkan untuk membantu program studi memahami Laporan Evaluasi Diri Indeks Kematangan (LEDIC) sebagai persiapan mengikuti evaluasi PIKOBE.

"Dengan pelatihan ini, kami mengharapkan mutu pembelajaran di program studi dari waktu ke waktu semakin baik dan semakin meningkat, yang pada gilirannya saat akreditasi dapat membuktikan bahwa proses pembelajaran yang dilakukan sudah efektif dan sudah sesuai dengan apa yang dituntut di dalam kurikulum OBE," ujar Prof. Prihandoko.

Kegiatan kemudian dilanjutkan oleh fasilitator, Dr. Sri Agustina Rumapea, S.Kom., M.T., yang memandu jalannya sesi pendampingan. Fasilitator menegaskan bahwa Skema B ini adalah tahapan krusial sebelum program studi mengikuti evaluasi IKOBE.

"Skema B ini dihadirkan bagi Bapak Ibu yang akan mengikuti evaluasi IKOBE untuk belajar bagaimana cara mengisi LEDIC. Ada 20 instrumen yang harus kita isi, dan masing-masing instrumen itu mengacu pada 20 tabel," jelasnya.

Fasilitator juga meminta setiap program studi mempresentasikan progres pengisian tabel yang telah dicapai, dimulai dari tabel CPMK (Capaian Pembelajaran Mata Kuliah) nomor 16 hingga 20, sebagai lanjutan dari sesi sebelumnya.

Melalui kegiatan pendampingan ini, UNAMIN menunjukkan komitmennya dalam mendorong seluruh program studi untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas penerapan kurikulum berbasis OBE. Diharapkan, dengan selesainya seluruh rangkaian pendampingan PIKOBE, kelima program studi UNAMIN dapat mengikuti evaluasi IKOBE dengan optimal dan meraih hasil yang terbaik, sebagai bukti nyata keseriusan institusi dalam mewujudkan pembelajaran yang bermutu dan berdaya saing.(AF)

Share this Post