UNAMIN Perkenalkan Budaya Papua di Timor Leste, Sumbangkan Baju Adat ke Pusat Budaya Indonesia

Dili, 24 Oktober 2024 — Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) melalui Kantor Urusan Internasional (KUI UNAMIN) tidak hanya hadir sebagai peserta dalam Indonesia Higher Education Expo 2024, tetapi juga memberikan sumbangan istimewa berupa Baju Adat Papua kepada Pusat Budaya Indonesia yang berada di bawah naungan KBRI Dili. Sumbangan ini bertujuan untuk memperkenalkan kekayaan budaya Papua kepada masyarakat Timor Leste, sekaligus memperkuat ikatan budaya antara kedua negara.

Menurut Rizal Akib, S.Pd., M.Pd., Kepala Urusan Internasional UNAMIN, inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen universitas untuk mendukung pelestarian dan promosi budaya Indonesia di luar negeri. “Kami merasa bangga dapat memperkenalkan budaya Papua kepada masyarakat Timor Leste melalui Pusat Budaya Indonesia. Ini adalah salah satu cara kami untuk menunjukkan bahwa Indonesia, sebagai sebuah bangsa, kaya akan keanekaragaman budaya, dari Sabang sampai Merauke,” ungkap Rizal.

Baju adat Papua yang disumbangkan akan dipamerkan di Pusat Budaya Indonesia yang berlokasi di KBRI Dili. Pusat Budaya ini merupakan tempat di mana masyarakat Timor Leste dapat belajar dan memahami lebih dalam tentang keberagaman budaya Indonesia. Dengan adanya tambahan baju adat Papua ini, diharapkan pengunjung dapat melihat sisi lain dari budaya Nusantara yang jarang dikenal luas.

Kegiatan ini juga menjadi simbol dari niat baik dan kolaborasi budaya yang lebih erat antara Indonesia dan Timor Leste. Dalam sambutannya, Rizal menyatakan harapan bahwa melalui sumbangan ini, semakin banyak masyarakat Timor Leste yang tertarik untuk belajar tentang budaya Indonesia, sekaligus menjadikan pendidikan sebagai jembatan dalam mempererat hubungan antar kedua negara.

Selain promosi budaya, KUI UNAMIN juga berperan aktif dalam membangun kerjasama akademik dengan berbagai lembaga pendidikan di Timor Leste. Di sela-sela acara, Rizal menjelaskan bahwa KUI UNAMIN memiliki sejumlah program untuk mendukung pelajar internasional, seperti beasiswa, program pertukaran pelajar, dan kolaborasi penelitian. Ia juga menyebutkan bahwa sumbangan ini bukan hanya tentang memperkenalkan budaya, tetapi juga tentang membangun hubungan yang lebih erat di bidang pendidikan.

“Melalui acara ini, kami ingin menunjukkan bahwa pendidikan di Indonesia tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga menghargai nilai-nilai budaya yang ada. Kami berharap, kolaborasi ini dapat menjadi langkah awal menuju hubungan yang lebih baik antara institusi pendidikan di Indonesia dan Timor Leste,” tambah Rizal.

Pemberian baju adat Papua ini mendapat apresiasi dari pihak KBRI Dili dan masyarakat setempat, yang melihatnya sebagai bentuk dukungan dan penghargaan terhadap keanekaragaman budaya. Dengan partisipasi aktif UNAMIN dalam acara ini, Indonesia tidak hanya memperkenalkan kualitas pendidikan, tetapi juga memperlihatkan wajah budayanya yang kaya dan beragam. [Humas]

Share this Post