UNAMIN Perkuat Kolaborasi Riset Internasional di Raja Ampat melalui Penelitian Seascape Drivers of Coral Reef Fish Biomass Production
Humas Unamin Sorong. Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penelitian bertaraf internasional melalui keterlibatan aktif dalam riset berjudul "Seascape Drivers of Coral Reef Fish Biomass Production: the Role of External Subsidies and Internal Production in Raja Ampat." Penelitian yang dilaksanakan di Pulau Kri, Raja Ampat, selama bulan Juni - Juli 2026 ini melibatkan kolaborasi ilmuwan dari Prancis, Arab Saudi, Australia, dan Indonesia untuk mengungkap faktor-faktor yang memengaruhi produktivitas biomassa ikan terumbu karang pada salah satu ekosistem laut terkaya di dunia.
Riset ini bertujuan untuk memahami bagaimana subsidi eksternal, seperti pasokan nutrien dari ekosistem mangrove dan lamun, serta produksi primer di dalam ekosistem terumbu karang, berkontribusi terhadap pembentukan biomassa ikan karang di Raja Ampat. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, tim peneliti melakukan survei bawah laut, sensus ikan karang, pengamatan habitat, serta pengukuran berbagai parameter kualitas air yang memengaruhi produktivitas ekosistem.
Peneliti Universitas Muhammadiyah Sorong (Unamin), Unhas , YKAN dari Indonesia bersama Peneliti Dari Saudi Arabia, Perancis dan Australia melakukan Aktifitas Penelitian di Sekitar Pulai Kri Raja Ampat
Penelitian ini dipimpin oleh Prof. Renato Morais dari King Abdullah University of Science and Technology (KAUST) / CRIOBE dan di support oleh Prof. Valeriano Parravicini dari Paris Sciences et Lettres (PSL University) dan CRIOBE, France, dengan melibatkan , Arab Saudi; Dr. Alexandre Siqueira dari Edith Cowan University, Australia; Dr. Pauline Narvaes dari French National Centre for Scientific Research (CNRS), Prancis; Nur Abu, M.Sc. dari Universitas Muhammadiyah Sorong; Awaludinnoer, M.Si. dari Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN); serta Dr. Syafiudin Yusuf dari Universitas Hasanuddin.
Partisipasi Universitas Muhammadiyah Sorong dalam penelitian ini menegaskan komitmen institusi untuk terus menjadi mitra strategis dalam pengembangan ilmu pengetahuan kelautan, konservasi biodiversitas, dan pembangunan berkelanjutan di kawasan timur Indonesia. Melalui kolaborasi internasional yang semakin luas, UNAMIN berupaya menghadirkan riset yang tidak hanya memberikan kontribusi bagi dunia akademik, tetapi juga mendukung pengambilan kebijakan dalam pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan demi masa depan Raja Ampat dan Indonesia.
Nur Abu, M.Sc peneliti dari Universitas Muhammadiyah Sorong , yang juga Kepala Bidang Kerjasama Internasional/KUI pada Lembaga Kerjasama dan Urusan Internasional mengatakan "Permintaan Kolaborasi penelitian dengan Unamin dari luar negeri relatif tinggi dan ini harus kami tata lebih baik lagi, agar prosesnya berjalan lancar" , lebih lanjut disampaikan ' kita bersyukur bahwa pergeseran visi unamin menuju kelautan dan pesisir kita sangat menunjukkan keunggulan Unamin sebagai perguruan tinggi mitra peneliti luar negeri"
Penelitian ini memberikan kontribusi langsung terhadap beberapa tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDG 14 (Life Below Water) melalui penyediaan informasi ilmiah untuk mendukung konservasi ekosistem terumbu karang dan pengelolaan perikanan berkelanjutan; SDG 13 (Climate Action) dengan meningkatkan pemahaman mengenai dampak perubahan lingkungan terhadap produktivitas ekosistem laut; SDG 6 (Clean Water and Sanitation) melalui pentingnya menjaga kualitas perairan pesisir sebagai penunjang kesehatan ekosistem laut; SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara universitas, lembaga penelitian internasional, organisasi konservasi, dan mitra lokal; serta SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan penguatan budaya riset di lingkungan perguruan tinggi.
Dalam Tahun 2026 ini setidaknya Unamin mentargetkan penelitian yang berkolaborasi dengan luar Negeri sekurang kurang nya 3 penelitian, selain dari kolaborasi pengabdian masyakat internasional yang telah ada sampai saat ini dengan minimal 4 Negara , yaitu Australia, Malaysia, Thailand dan Vietnam. (IA