Unamin Perkuat Kontribusi Papua di Tingkat Nasional Melalui Forum KLH/BPLH 2025
Jakarta, 28 Juli 2025 - Universitas Muhammadiyah Sorong (Unamin) menjadi satu dari hanya tiga Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Indonesia yang diundang menghadiri Forum Rektor Kolaborasi Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Regional Papua, yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Republik Indonesia. Forum strategis ini bertujuan menyusun langkah konkret dalam mendukung pembangunan lingkungan berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia, khususnya kawasan timur seperti Papua.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Shangri-La Jakarta ini dihadiri oleh total 40 perguruan tinggi dari seluruh Indonesia, terdiri dari 37 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan 3 PTS, yakni Universitas Muhammadiyah Sorong, Universitas Darussalam Ambon, dan Universitas Lancang Kuning Riau. Forum ini juga dihadiri langsung oleh Dr. Hanif Faisol Nurofiq, selaku Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala BPLH, beserta Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., yang menjabat sebagai Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Indonesia.
Forum ini menjadi ajang bagi para pimpinan perguruan tinggi untuk menyampaikan pandangan dan masukan strategis berbasis wilayah. Sesi khusus untuk Regional Papua dilaksanakan pada pukul 13.38–14.11 WIB. Unamin diwakili langsung oleh Rektor, Dr. H. Muhammad Ali, MM., MH., yang hadir bersama Dr. Ir. A. Didik Setyo Purwantoro, ST., MT., IPU, ASEAN Eng. (Ketua Pusat Studi Lingkungan Unamin) dan Nurbia, ST., MT. (Ketua Program Studi Teknik Lingkungan Unamin).
Dalam forum tersebut, Rektor Unamin menyampaikan pentingnya pendekatan berbasis masyarakat adat dan kearifan lokal dalam pengelolaan lingkungan Papua, khususnya di Sorong dan Papua Barat Daya. Sebagai bentuk kontribusi akademik terhadap penguatan kebijakan lingkungan nasional, Unamin juga menyerahkan Dokumen Rekomendasi Akademik Bidang Lingkungan Hidup yang disusun oleh dosen lintas jurusan kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH).
“Kami merasa terhormat menjadi satu-satunya PTS dari Papua Barat Daya yang diundang dalam forum strategis ini. Ini bukan sekadar undangan, tapi bentuk pengakuan dari pemerintah pusat terhadap kapasitas lokal dan kontribusi nyata Universitas Muhammadiyah Sorong dalam membangun ekologi berkelanjutan berbasis kearifan lokal. Papua memiliki kekayaan alam dan nilai adat yang luar biasa — dan tugas perguruan tinggi, termasuk kami, adalah memastikan bahwa pembangunan tidak melupakan keseimbangan antara manusia dan lingkungan. Kami berharap kehadiran kami di forum ini menjadi awal dari kerja sama konkret lintas lembaga dan kementerian dalam memperkuat peran strategis perguruan tinggi dalam menjaga lingkungan di Papua,” ungkap Dr. H. Muhammad Ali, MM., MH. (Rektor Universitas Muhammadiyah Sorong).
Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala BPLH, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, menyampaikan bahwa: “Kegiatan ini diharapkan pengaktifan kembali fungsi dan peran lingkungan hidup di lingkungan Perguruan Tinggi dengan kolaborasi yang konkret dan kontributif bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Balai.”
Sebagai bentuk komitmen lebih lanjut, Universitas Muhammadiyah Sorong juga menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan KLH/BPLH dalam bidang riset dan penguatan kebijakan lingkungan hidup.
Kehadiran Unamin dalam forum ini mempertegas perannya sebagai PTS unggulan dari Tanah Papua yang aktif dalam merespons isu-isu lingkungan secara ilmiah, inklusif, dan berbasis kearifan lokal.[HIS]