UNAMIN Perkuat Literasi Keuangan Siswa melalui Program Pengabdian di Raja Ampat
Sorong, 08 April 2026 — Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) melalui tim dosen Fakultas Ekonomi melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berupa edukasi literasi keuangan bagi siswa Sekolah Dasar Aisyiyah 01 Raja Ampat pada 11 Februari 2026 di Kecamatan Kota Waisai, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya. Program ini diikuti sekitar 40 siswa kelas IV hingga VI dan bertujuan meningkatkan pemahaman dasar pengelolaan keuangan sejak dini.
Kegiatan bertema “Edukasi dan Literasi Keuangan bagi Anak Sekolah Dasar” ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya pemahaman siswa dalam membedakan kebutuhan dan keinginan, serta belum terbentuknya kebiasaan menabung. Program ini didukung oleh pendanaan Hibah RisetMu (Riset Muhammadiyah) Batch IX Tahun Anggaran 2025–2026, serta kerja sama dengan SD Aisyiyah 01 Raja Ampat yang dipimpin oleh Kepala Sekolah, Tajudin Hamid.
Dalam pelaksanaannya, tim dosen UNAMIN yang terdiri dari Nurul Hidayah, BIFB., MBA dan Digor Mufti, SE., MM memperkenalkan metode pengelolaan keuangan dengan rasio 40:30:20:10, yakni alokasi untuk kebutuhan, keinginan, tabungan, dan sedekah. Materi disampaikan secara interaktif melalui presentasi, buku cerita edukatif, serta metode pembelajaran role play dan project-based learning (PBL).
Melalui simulasi bermain peran, siswa diajak memahami prioritas pengeluaran dengan berperan sebagai penjual dan pembeli. Pada tahap PBL, siswa dilatih menyusun anggaran sederhana untuk mencapai tujuan keuangan tertentu. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan, di mana seluruh siswa mampu membedakan kebutuhan dan keinginan, serta sekitar 90 persen berhasil menyusun anggaran dengan baik.
“Edukasi keuangan sejak dini sangat penting untuk membentuk kebiasaan finansial yang sehat pada anak-anak. Kami berharap program ini dapat memberikan dampak jangka panjang,” ujar Nurul Hidayah.
Sebagai tindak lanjut, tim PKM membagikan buku tabungan kepada siswa dan melakukan sosialisasi produk Simpanan Pelajar bekerja sama dengan Bank BRI. Langkah ini bertujuan mendorong budaya menabung serta meningkatkan inklusi keuangan di kalangan pelajar.
Pihak sekolah menyambut baik program ini dan berkomitmen untuk melanjutkannya melalui kolaborasi dengan orang tua dan lembaga perbankan. Tim dosen juga melakukan monitoring dan evaluasi pascakegiatan untuk memastikan keberlanjutan program. Hasil awal menunjukkan seluruh siswa telah memiliki buku tabungan, meskipun kebiasaan menabung secara rutin masih perlu diperkuat.
Secara keseluruhan, program PKM ini dinilai efektif dalam meningkatkan literasi keuangan siswa. Pendekatan yang interaktif dan aplikatif tidak hanya membantu siswa memahami konsep keuangan, tetapi juga mulai menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membentuk generasi muda yang cerdas secara finansial serta mendorong integrasi literasi keuangan dalam kurikulum sekolah secara berkelanjutan.(AF)