UNAMIN Perkuat Martabat Bahasa Indonesia Melalui Lanskap Linguistik dan Audit Dokumen Institut
Sorong, 09 Mei 2026 — Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) terus memperkuat komitmennya dalam menjaga kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara melalui kegiatan bertajuk “Optimalisasi Penggunaan Bahasa Negara melalui Kajian Lanskap Linguistik dan Audit Dokumen Institusional di Universitas Muhammadiyah Sorong” yang berlangsung pada 4–6 Mei 2026. Program ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat melalui hibah RisetMu Batch IX dan menjadi implementasi nyata amanat UUD 1945 Pasal 36, Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009, serta Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2019.
Kegiatan ini dipimpin oleh Abu Sofyan, M.Pd., bersama tim yang terdiri atas dosen Mohamad Rizal Taryono, M.Pd., serta sejumlah mahasiswa. Sebagai institusi pendidikan tinggi, UNAMIN berupaya menjadi teladan dalam penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, baik di ruang publik kampus maupun dalam dokumen resmi kelembagaan.
Dalam pelaksanaannya, tim melakukan dua langkah utama, yakni kajian lanskap linguistik dan audit dokumen institusional. Kajian lanskap linguistik dilakukan melalui dokumentasi, pemetaan, serta analisis penggunaan bahasa pada papan informasi, spanduk, visi misi, penamaan ruangan, hingga konten digital kampus. Sementara audit dokumen difokuskan pada pemeriksaan surat resmi dan dokumen kelembagaan untuk memastikan kesesuaiannya dengan kaidah kebahasaan.
Pemantauan dilakukan pada enam fakultas dan empat lembaga di lingkungan UNAMIN, meliputi Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Pertanian, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Perikanan, Program Pascasarjana, serta lembaga SDMH, Lembaga AIK, LRI, dan Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat.
Selain dokumentasi lapangan, tim juga melakukan wawancara dengan pimpinan lembaga, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa untuk mengetahui sikap bahasa serta motivasi pemilihan bahasa dalam ruang akademik. Seluruh data kemudian dianalisis secara ilmiah untuk menghasilkan rekomendasi pembinaan kebahasaan yang lebih tertib dan sistematis.
Berdasarkan hasil temuan lapangan, penggunaan bahasa di lingkungan UNAMIN saat ini masih didominasi oleh Bahasa Indonesia secara monolingual dengan persentase sekitar 50 persen. Namun demikian, ditemukan pula penggunaan bahasa secara bilingual dan multilingual yang melibatkan Bahasa Inggris, Bahasa Arab, serta dialek Melayu Papua.
Ketua tim pelaksana, Abu Sofyan, M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada evaluasi, tetapi juga pada upaya pendampingan kelembagaan agar penggunaan Bahasa Indonesia semakin optimal.
“Bahasa Indonesia bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga identitas dan simbol kedaulatan negara. Melalui kajian ini, kami ingin memastikan bahwa ruang akademik turut menjadi garda terdepan dalam menjaga martabat bahasa negara,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, hasil audit dan kajian ini akan dijadikan rujukan utama dalam pembinaan kebahasaan bagi seluruh fakultas dan lembaga di lingkungan UNAMIN. Tim juga menyiapkan lokakarya dan diseminasi penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar sebagai bagian akhir dari rangkaian kegiatan.
Program ini terlaksana atas dukungan penuh dari LRI UNAMIN, serta DIKTILITBANG PP Muhammadiyah sebagai bagian dari skema RisetMu. Melalui langkah ini, UNAMIN diharapkan tidak hanya mencetak generasi unggul secara akademik, tetapi juga berperan aktif dalam merawat martabat Bahasa Indonesia di tengah arus globalisasi dan dominasi bahasa asing di ruang publik.(AF)