Wakil Rektor III UNAMIN Tekankan Ramadan sebagai Madrasah Pembentukan Iman dan Takwa

Kultum Tarawih di Masjid Darul Ulum UNAMIN pada hari rabu (25/02) menghadirkan Wakil Rektor III UNAMIN, Dr. Muhammad Syahrul Kahar, M.Pd, yang menyampaikan pesan tentang pentingnya memaknai Ramadan sebagai madrasah pembentukan iman dan ketakwaan. Tausiyah yang disampaikan usai salat Isya dan Tarawih tersebut menegaskan bahwa tujuan utama puasa adalah melahirkan pribadi bertakwa yang konsisten dalam beribadah, tidak hanya selama Ramadan, tetapi juga setelahnya.

Dalam ceramahnya, Dr. Muhammad Syahrul Kahar, M.Pd mengutip Surah Al-Baqarah ayat 183 yang menjelaskan kewajiban berpuasa bagi orang-orang beriman agar mencapai derajat takwa. Ia menjelaskan bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan banyak kemudahan pahala dan kesempatan beramal selama 30 hari 30 malam Ramadan agar umat Islam semakin termotivasi meningkatkan kualitas ibadahnya.

“Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan proses pendidikan spiritual. Keberhasilan puasa tidak berhenti pada akhir bulan, tetapi tercermin dari perubahan sikap dan konsistensi ibadah setelah Ramadan berakhir,” ujarnya di hadapan jemaah.

Ia juga menguatkan pesan tersebut dengan mengutip Surah Yunus ayat 62–63 tentang ciri wali-wali Allah, yakni orang-orang yang beriman dan bertakwa serta tidak merasa takut dan bersedih hati. Menurutnya, indikator keberhasilan Ramadan adalah lahirnya pribadi yang lebih tenang, sabar, serta istiqamah dalam menjalankan perintah Allah.

Mengacu pada pendapat Ibn Rajab al-Hanbali, Dr. Syahrul menjelaskan bahwa Ramadan terbagi dalam tiga fase. Sepuluh hari pertama dipenuhi rahmat Allah, sepuluh hari kedua menjadi momentum ampunan dan pembebasan dari dosa, sedangkan sepuluh hari terakhir merupakan fase penyempurnaan ibadah dan peningkatan kualitas ketakwaan.

Ia berharap seluruh jemaah Masjid Darul Ulum UNAMIN dapat menjadikan Ramadan tahun ini sebagai Ramadan terbaik dengan meninggalkan sifat-sifat buruk dan menggantinya dengan akhlak yang diridhai Allah SWT. Dengan demikian, nilai ketakwaan yang diperoleh selama Ramadan dapat terus melekat dan terimplementasi dalam kehidupan sehari-hari.(AAM)

Share this Post