Wilda Rahmadani Raih Best Delegate Council UNESCO di Papua MUN 2025
Sorong, 6 Desember 2025 – Wilda Rahmadani, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris angkatan 2024, berhasil meraih Award Best Delegate pada Council UNESCO dalam ajang Papua Model United Nations (Papua MUN) 2025 yang digelar pada 4–6 Desember 2025 di Aimas Hotel & Convention Center, Sorong, Papua Barat Daya. Prestasi ini menjadi bukti kapasitas generasi muda Papua dan Indonesia Timur dalam berpartisipasi aktif membahas isu-isu global melalui forum simulasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Papua MUN 2025 diselenggarakan sebagai ruang belajar dan pengembangan diri bagi generasi muda Papua untuk melatih kepemimpinan, diplomasi, serta keberanian menyuarakan gagasan. Kegiatan ini menghadirkan simulasi sidang PBB yang mendorong peserta berdiskusi mengenai isu global dan lokal, menyusun resolusi, serta membangun jejaring antarpeserta.
Direktur Machaema Foundation, Mardiantika Watubun, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh delegasi. “Senang rasanya bisa menyambut kalian semua di Papua MUN Sorong 2025, sebuah ruang belajar dan tumbuh bersama untuk generasi muda Papua yang penuh potensi. Kami percaya anak Papua punya hak yang sama untuk bersuara, berkarya, dan berprestasi. Dunia perlu mendengar suara kalian, dan acara ini adalah salah satu pintunya,” ujarnya.
Dalam kompetisi tersebut, Wilda mewakili Republic of Haiti dan menunjukkan performa unggul sepanjang rangkaian sidang. Ia menilai Papua MUN 2025 sebagai wadah strategis untuk mengasah berbagai keterampilan penting. “PMUN 2025 hadir sebagai ruang bagi kaum muda untuk mengembangkan potensi seperti diskusi isu global dan lokal, critical thinking, public speaking, negosiasi, serta leadership,” ungkap Wilda.

Pengalaman paling berkesan bagi Wilda terjadi pada Committee Session 6, saat menyusun dan mempresentasikan Draft Resolution dari masing-masing blok. “Mengikuti setiap sesi dengan baik dan menjadi sponsor untuk mempresentasikan hasil draft resolution merupakan pengalaman paling berkesan bagi saya,” tambahnya.
Untuk meraih posisi Best Delegate, Wilda melakukan persiapan matang sebelum kegiatan berlangsung, mulai dari analisis mendalam terhadap negara yang diwakili, penyusunan Position Paper yang diserahkan sebelum acara, hingga latihan menyampaikan pidato dalam bahasa Inggris untuk General Speakers List dan Moderated Caucus. “Semua itu menjadi proses penting yang sangat menantang sekaligus membangun kepercayaan diri,” jelasnya.
Sebagai awardee Papua MUN 2025, Wilda berharap mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sorong, khususnya Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, dapat memanfaatkan kesempatan serupa. “Papua MUN tidak hanya mengasah critical thinking dan public speaking, tetapi juga kemampuan negosiasi layaknya seorang diplomat serta membuka relasi baru. Kegiatan ini mengajarkan kita untuk lebih peduli terhadap isu-isu global,” tutupnya.
Prestasi Wilda Rahmadani di Papua MUN 2025 diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk berani berpartisipasi dalam forum nasional maupun internasional serta aktif menyuarakan gagasan demi masa depan yang lebih inklusif. (DWS)