Kuliah Umum UNAMIN Hadirkan Tenaga Ahli Menteri ESDM Bahas Kepemimpin Industri Migas
Sorong, 20 Oktober 2025 — Aula Rektorat Lantai 3 Universitas Muhammadiyah Sorong dipenuhi semangat dan antusiasme mahasiswa saat berlangsungnya kuliah umum bertajuk “Leadership dan Pembangunan Industri: Membuat Loncatan Kemajuan Bangsa dari Daerah.”
Kegiatan yang digelar pada Senin pagi tersebut menghadirkan narasumber istimewa, Muhammad Iksan Kiat, B.Eng., M.Eng., M.Sc, Tenaga Ahli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bidang Percepatan Peningkatan Produksi, Manajemen Risiko, dan Percepatan Investasi Industri Migas. Ia juga dikenal sebagai Ketua Permira 2016–2017, organisasi mahasiswa Indonesia di luar negeri.

Dalam pemaparannya, Muhammad Iksan Kiat menegaskan bahwa sektor migas nasional menghadapi berbagai tantangan yang kompleks mulai dari aspek teknologi, produksi, sumber daya manusia, geopolitik, infrastruktur, integrasi, karakter, birokrasi, hingga Health, Safety, and Environment (HSE).
Menurutnya, pembangunan industri di daerah bisa menjadi kunci kemajuan bangsa apabila dikelola dengan visi kepemimpinan yang kuat dan inovatif.
Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang acara. Mahasiswa dari berbagai program studi mengikuti materi dengan penuh perhatian. Salah satu mahasiswa dari Program Studi Teknik Informatika mengaku sangat terinspirasi oleh kegiatan ini.

“Saya senang sekali bisa ikut kuliah umum ini. Banyak ilmu baru yang saya dapat, terutama soal industri migas dan kepemimpinan. Semoga kami bisa mengembangkan wawasan dari ilmu yang didapat hari ini,” ujarnya dengan semangat.
Sebagai penutup, Muhammad Iksan Kiat memberikan pesan berharga kepada seluruh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sorong.
“Rajin-rajinlah menimba ilmu, jangan takut mengambil keputusan besar. Beranilah untuk kuliah dan bekerja di luar negeri agar kalian punya pengalaman global dan bisa berkontribusi lebih besar untuk bangsa,” pesannya yang disambut tepuk tangan meriah dari peserta.
Kuliah umum ini tidak hanya menambah wawasan mahasiswa tentang industri migas dan kepemimpinan, tetapi juga memotivasi generasi muda untuk berpikir lebih luas dan berani menembus batas demi kemajuan daerah dan bangsa[CGS].