Unamin Hadirkan Yan Mandenas dalam Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan
Sorong, 20 Juni 2025 – Universitas Muhammadiyah Sorong (Unamin) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang mencakup Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinekka Tunggal Ika. Kegiatan ini menghadirkan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Yan Permenas Mandenas, sebagai narasumber utama. Bertempat di Aula Lantai 3 Gedung Rektorat Unamin, acara ini diikuti oleh mahasiswa, dosen, alumni, serta tamu undangan lainnya.
Acara diawali dengan penyambutan narasumber oleh civitas akademika, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan lagu Tanah Papua sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai persatuan dan kebhinekaan. Dalam sambutannya, Rektor Unamin, Dr. H. Muhammad Ali, MM., MH., menyampaikan ucapan terima kasih kepada Yan Permenas Mandenas dan menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai bagian dari pendidikan karakter kebangsaan.
“Ini bukan hanya sekadar kegiatan formal, tapi merupakan bentuk pendalaman dan pemahaman yang penting bagi mahasiswa sebagai warga negara. Kegiatan ini perlu diapresiasi karena berkaitan langsung dengan jati diri kita sebagai bangsa Indonesia,” ujar Rektor.
Rektor juga menegaskan bahwa Unamin adalah salah satu perguruan tinggi tertua di Tanah Papua setelah Universitas Cendrawasih. Ia turut memaparkan sejarah kampus, perkembangan jumlah mahasiswa dan dosen, serta berbagai prestasi yang telah diraih oleh civitas akademika Unamin.
Pada sesi inti, Yan Permenas Mandenas memberikan motivasi dan refleksi kepada peserta terkait makna perjuangan pendidikan di tengah keterbatasan. Dalam pemaparannya, ia menyampaikan:
“Saya yakin anak-anak muda yang hadir di sini telah memiliki semangat dalam berjuang. Kalian belajar di tempat yang fasilitasnya sudah tersedia. Ini berbeda dengan perjuangan teman-teman kita di daerah yang fasilitasnya masih sangat minim.”
Ia menambahkan bahwa mahasiswa Unamin memiliki keunggulan mental yang harus terus diasah dan dimanfaatkan:
“Kalian luar biasa dalam perjuangan pendidikan. Ketika kalian berjuang, kalian akan lebih siap menggapai cita-cita. Karena di atas segalanya, mental harus disiapkan. Dengan mental yang kuat, kemampuan yang pas-pasan pun bisa ditingkatkan lewat motivasi dan semangat tinggi.”
Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya generasi muda untuk tidak hanya menjadi lulusan biasa: “Saya berharap kalian dapat menjadi orang-orang luar biasa. Tidak hanya bagi diri kalian sendiri, tapi juga untuk masyarakat, bangsa, dan negara. Jadilah generasi yang siap memimpin dengan integritas dan semangat kebangsaan yang kuat. Generasi muda harus siap berkontribusi membangun bangsa dan negara. Kalian harus mempersiapkan sumber daya dan mengikuti jejak-jejak yang sudah ada saat ini. Jangan sampai setelah kuliah, kalian hanya menjadi orang biasa-biasa saja. Belajarlah dari setiap informasi dan peluang yang ada, lalu rebut peluang itu. Jika kalian berhasil, maka kalian juga akan membuka pintu bagi yang lain.”
Kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi sebagai penanda berakhirnya rangkaian acara. Momen ini tidak sekadar menjadi formalitas, melainkan juga menjadi simbol komitmen bersama seluruh unsur kampus untuk terus menanamkan dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan akademik dan sosial, serta sebagai pengingat bahwa pendidikan karakter adalah fondasi utama dalam membangun bangsa.[HIS]

