30 Dosen UNAMIN Lulus Kegiatan PEKERTI, Biro SDMH UNAMIN : SDM Berkualitas, Lulusan Berkualitas.

Sorong, UNAMIN - Kualitas seorang dosen merupakan modal penting dalam menghasilkan kualitas capaian pembelajaran (learning outcome) dan lulusan yang berkualitas. Oleh karena itu dalam menghadapi tantangan revolusi industri 4.0 setidaknya seorang dosen harus memiliki tiga kemampuan dasar, yaitu kemampuan merancang proses pembelajaran, mengevaluasi pembelajaran, dan melaksanakan pembelajaran secara efektif.

Dalam mempersiapkan dosen Universitas Muhammadiyah Sorong yang berkualitas, maka Biro Sumber Daya Manusia UNAMIN mengikutkan sebanyak 30 dosen Unamin dalam kegiatan Pelatihan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI) yang dilenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Surakarta pada (17/5) batch 11 dan (13/6) batch 12.

Kepala Biro SDMH UNAMIN Muzna A. A. Gafur, S.P., M.Si. menerangakan bahwa setiap dosen seyogyanya wajib dibekali dengan keterampilan Instruksional agar para dosen dapat memberikan kualitas pendidikan dan pembelajaran yang baik kepada mahasiswa. “Keterampilan Instruksional ini akan mereka (dosen) peroleh dengan mengikuti kegiatan pelatihan seperti PEKERTI dan AA (Aplied Aproach)” jelas Muzna.

Lebih lanjut Muzna menjelaskan bahwa sebanyak 150 dosen UNAMIN telah mengikuti pelatihan PEKERTI dari 171 dosen UNAMIN yang terdaftar, “beberapa waktu dekat ini kami biro SDMH telah merencanakan untuk mengikutkan beberapa dosen lagi untuk mengkuti pelatihan PEKERTI, harapan kami dalam tahun ini semua dosen yang ada di UNAMIN telah mengikuti pelatihan-pelatihan seperti ini, sehingga kualitas pendidikan di UNAMIN menjadi lebih baik.”

Dosen tidak hanya bertugas untuk mendidik mahasiswa. Namun lebih dari itu mempunyai peran sebagai arsitek bagi masa depan seorang mahasiswa. Karena melalui kualitas pendidikan dan pengajaran yang diberikan dikelas, dapat mengarahkan mahasiswa mewujudkan cita-citanya.  Melalui pelatihan PEKERTI, Dosen akan diberikan materi penguatan pendidikan, etika dan moral dalam pembelajaran, isu strategis perguruan tinggi, pengembangan kurikulum perguruan tinggi berorientasi (MBKM, OBE, kompetensi holistik, dan talenta inovasi, teori belajar dan motivasi, model-model pembelajaran, perancangan pembelajaran dan masih banyak lagi, yang mana materi-materi yang diperoleh akan sangat membantu dosen dalam pelaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang pendidik. [Humas]

Share this Post