Penembakan Tiga ASN di Jayawijaya, Dosen UNAMIN Soroti Dampak Sosial

SORONG, UNAMIN NEWS – Penembakan terhadap tiga aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga korban, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terhadap rasa aman ASN dan pekerja yang bertugas di wilayah rawan konflik.

Dosen Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN), Umar Rusli, S.Sos., M.Si., menilai dampak tragedi tersebut dapat meluas ke lingkungan sosial. Trauma dan rasa khawatir, menurutnya, juga dapat dirasakan komunitas ASN serta pekerja pendatang yang bertugas di wilayah pedalaman.

“Yang jelas ada dampak trauma dan duka yang dirasakan bukan hanya keluarga korban, tapi juga komunitas ASN dan pekerja pendatang yang bertugas di wilayah pedalaman Papua,” ujar Umar.

Ia juga mengingatkan agar informasi mengenai dugaan pemisahan korban berdasarkan asal-usul tidak berkembang tanpa klarifikasi yang jelas. Menurutnya, hal tersebut berpotensi memunculkan stigma dan kecurigaan antarkelompok, padahal akar konflik lebih berkaitan dengan persoalan politik dan kekerasan bersenjata.

Selain persoalan keamanan, Umar menyoroti dampaknya terhadap pelayanan publik. Kondisi konflik dapat membuat ASN, guru, tenaga kesehatan dan tenaga profesional lainnya enggan ditempatkan di wilayah rawan.

“Ini pada akhirnya merugikan masyarakat sendiri karena akses terhadap layanan dasar jadi makin terbatas,” jelasnya.

Situasi tersebut menunjukkan pentingnya penanganan konflik yang tidak hanya berorientasi pada keamanan, tetapi juga menjaga kepercayaan sosial dan keberlangsungan pelayanan publik. Hal ini sejalan dengan SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, khususnya dalam menciptakan lingkungan yang aman dan memastikan masyarakat tetap memperoleh layanan dasar secara berkelanjutan. (RH)

Share this Post