UNAMIN Perkuat Transformasi Kehumasan dan Protokoler, Awali Benchmarking di IPB University
Bogor – Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) mengawali rangkaian benchmarking pengelolaan kehumasan dan keprotokolan dengan berkunjung ke IPB University, Senin (14/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di Gedung Andi Hakim Nasoetion, Kampus IPB Dramaga, Bogor, ini menjadi kunjungan hari pertama dari rangkaian benchmarking UNAMIN ke tujuh perguruan tinggi.
Tujuh perguruan tinggi yang menjadi tujuan benchmarking terdiri atas Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Perguruan Tinggi Swasta (PTS), serta Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA). Melalui rangkaian kunjungan tersebut, UNAMIN ingin mempelajari berbagai praktik baik yang dapat menjadi referensi dalam memperkuat pengelolaan komunikasi, branding, reputasi, dan keprotokolan universitas.
Pada kunjungan pertama di IPB University, benchmarking difokuskan pada positioning perguruan tinggi, pengelolaan identitas dan reputasi institusi, hubungan media, komunikasi publik, branding, serta sistem keprotokolan.
Delegasi UNAMIN dipimpin Kepala Biro Humas dan Promosi, Teguh Hidayat Iskandar Alam, S.Kom., M.MT., didampingi Kepala Bagian Humas dan Promosi, Nur Miswar, S.Kom., M.Kom., serta Kepala Bagian Protokoler, Fitriyani Tella, S.Kom., M.Kom.
Kunjungan diterima oleh Direktorat Kerjasama, Komunikasi, dan Pemasaran IPB University yang dipimpin Dr. Alfian Helmi, S.KPm., M.Sc., bersama Supervisor Publikasi Media Harris Budilaksono, S.E., M.Si., Supervisor Pengelolaan Media Sosial Muhammad Irfan Lubis, S.T.P., serta Koordinator Keprotokolan Unit Kesekretariatan Pimpinan, Lucyawati, S.Pd.
Dalam pertemuan tersebut, kedua institusi berdiskusi dan berbagi pengalaman mengenai pengelolaan kehumasan, branding perguruan tinggi, pelayanan terpadu, hubungan media, hingga sistem keprotokolan. IPB University juga memperkenalkan sistem monitoring media yang digunakan untuk memantau publikasi daring sebagai bagian dari pengelolaan komunikasi dan reputasi institusi.
Salah satu pembelajaran yang menjadi perhatian UNAMIN adalah bagaimana komunikasi institusi tidak hanya berorientasi pada banyaknya publikasi, tetapi juga pada pemilihan konten yang memiliki dampak terhadap positioning dan reputasi universitas.
Pengelolaan kepakaran juga menjadi salah satu praktik yang dipelajari. IPB University mengelola kepakaran akademisi sebagai bagian dari strategi komunikasi kepada publik dan media. Hal tersebut menjadi masukan bagi UNAMIN yang telah memiliki sumber daya dosen dengan berbagai bidang kepakaran, namun masih perlu diperkuat melalui sistem pengelolaan dan standar operasional yang lebih terstruktur.
Selain berdiskusi, delegasi UNAMIN berkesempatan melihat secara langsung sejumlah fasilitas dan alur pelayanan di IPB University, mulai dari help center dan layanan terpadu, kantor keprotokolan, ruang sidang dan pertemuan pimpinan, ruang transit tamu, hingga ruang pastry yang mendukung pelayanan keprotokolan.
Kepala Bagian Humas dan Promosi UNAMIN, Nur Miswar, menyampaikan apresiasi atas keterbukaan IPB University dalam berbagi pengalaman dan praktik pengelolaan komunikasi institusi.
“Terima kasih kepada IPB University, khususnya Direktorat Kerjasama, Komunikasi, dan Pemasaran serta Unit Kesekretariatan Pimpinan, atas sambutan dan keterbukaannya dalam berbagi pengalaman dengan kami. Banyak praktik baik yang kami pelajari dalam kunjungan ini. Tentunya tidak semuanya dapat diterapkan secara langsung, tetapi akan kami pelajari dan sesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi UNAMIN,” ujarnya.
Menurutnya, kunjungan ke IPB University menjadi awal yang penting dalam rangkaian benchmarking ke tujuh perguruan tinggi. Setiap perguruan tinggi memiliki pengalaman, karakter, dan praktik pengelolaan yang berbeda sehingga diharapkan dapat memberikan perspektif yang lebih luas bagi UNAMIN.
“Dari seluruh rangkaian benchmarking ini, kami ingin mengumpulkan praktik-praktik yang relevan, kemudian melihat mana yang dapat diadaptasi dan dikembangkan di UNAMIN. Jadi bukan sekadar meniru, tetapi belajar, menyesuaikan, dan mengembangkannya berdasarkan kebutuhan UNAMIN,” tambahnya.
Beberapa hasil benchmarking di IPB University selanjutnya akan menjadi bahan evaluasi dan referensi bagi UNAMIN, terutama dalam penguatan pengelolaan kepakaran, pengembangan layanan terpadu, pemilihan konten publikasi yang lebih berdampak, monitoring media, serta penyempurnaan sistem dan standar pelayanan keprotokolan.
Melalui rangkaian benchmarking ke tujuh perguruan tinggi ini, UNAMIN berharap dapat memperoleh perspektif dan praktik baik untuk memperkuat pengelolaan kehumasan, keprotokolan, komunikasi, serta kualitas pelayanan institusi. Upaya tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, melalui penguatan tata kelola perguruan tinggi, peningkatan kualitas layanan, serta komunikasi institusi yang lebih transparan, efektif, dan berdampak bagi sivitas akademika dan masyarakat. (BPY)