Bank Indonesia dan Pemprov Papua Barat Daya Resmikan Zona Khas Kuliner Halal Pertama di Papua
Sorong, 11 November 2025 – Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya secara resmi meresmikan Zona Khas Kuliner Halal, Aman, dan Sehat di area kantin Universitas Muhammadiyah Sorong, yang menjadi zona kuliner khas pertama di wilayah Papua. Kawasan ini dikelola oleh Universitas Muhammadiyah Sorong dan diharapkan menjadi percontohan penerapan standar halal, keamanan pangan, serta kesehatan produk kuliner di lingkungan pendidikan tinggi.
Acara peresmian dihadiri oleh sejumlah tamu kehormatan, di antaranya Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, Jhoni Way, S.Hut., M.Si. mewakili Gubernur Papua Barat Daya; Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Barat, Arif Rahadian; Paku Korem 181/PVT Mayor CKU Endro mewakili Komandan Korem 181/PVT; Kasat Binmas Polresta Sorong Kota AKP Suparman mewakili Kapolres Sorong Kota; Plh. Kepala Seksi Bimas Islam Kementerian Agama Kota Sorong, H. Muhammad Ridwan, S.Ag.; serta Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Sorong, Maria Ohoitimur, SKM., M.Kes. Turut hadir pula Ketua Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Papua Barat Daya, yang juga Rektor Universitas Muhammadiyah Sorong, Dr. H. Muhammad Ali, M.M., M.H., selaku pengelola zona khas.
Dalam sambutannya, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Barat, Arif Rahadian, menjelaskan bahwa pembentukan zona khas kuliner halal merupakan bagian dari implementasi cetak biru pengembangan ekonomi dan keuangan syariah Bank Indonesia, yang dibangun di atas empat pilar utama. “Pilar pertama adalah penguatan ekonomi halal, kedua pendalaman pasar keuangan syariah, ketiga pengembangan keuangan sosial syariah, dan keempat riset serta edukasi ekonomi syariah, zona khas ini mewujudkan tiga prinsip utama halal, aman, dan sehat. Aman berarti produk yang disediakan memenuhi standar kesehatan dan higienitas, sementara sehat berarti mendukung pola konsumsi masyarakat yang bertanggung jawab,” ungkap arif.
Arif juga menyampaikan bahwa Bank Indonesia telah melaksanakan berbagai inisiatif untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah, di antaranya fasilitasi sertifikasi halal bagi pelaku UMKM dan pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) di Papua Barat dan Papua Barat Daya. Langkah-langkah ini penting untuk memastikan rantai pasok produk halal berjalan dari hulu hingga hilir.
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Papua Barat Daya, Jhoni Way, S.Hut., M.Si., yang hadir mewakili Gubernur Papua Barat Daya, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara Bank Indonesia dan Universitas Muhammadiyah Sorong. “Kami atas nama Pemerintah Provinsi menyambut baik dan mengapresiasi upaya ini. Zona khas kuliner halal, aman, dan sehat bukan hanya mendukung pengembangan ekonomi syariah, tetapi juga mendukung sektor pariwisata di Papua Barat Daya, Provinsi ini dikenal sebagai daerah wisata unggulan dengan ikon Raja Ampat. Kehadiran kawasan kuliner halal ini akan menjadi nilai tambah, terutama bagi wisatawan yang membutuhkan jaminan makanan halal dan sehat,” ujarnya.

Sebagai pengelola, Universitas Muhammadiyah Sorong berperan dalam pengoperasian dan pemeliharaan Zona Khas Kuliner Halal, Aman, dan Sehat. Pengelolaan ini menjadi wujud kontribusi kampus dalam mendukung pengembangan ekonomi syariah dan literasi halal di kalangan akademisi dan masyarakat sekitar.
Zona Khas Kuliner Halal, Aman, dan Sehat merupakan hasil kolaborasi antara Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, dan Universitas Muhammadiyah Sorong. Program ini bertujuan untuk:
- Meningkatkan penerapan standar halal nasional di sektor kuliner
- Menjamin keamanan dan kesehatan pangan di lingkungan pendidikan
- Meningkatkan literasi ekonomi dan keuangan syariah
- Serta menjadi model kawasan halal percontohan di wilayah timur Indonesia. (DWS)