Dosen UNAMIN Dampingi Panen Padi Kelompok Tani di SP3 Makbusun
Sorong, 11 Juli 2025 - Suasana penuh rasa syukur dan kebahagiaan menyertai kegiatan panen padi yang dilaksanakan oleh Kelompok Tani Tinar Buko di SP3 Makbusun, Kabupaten Sorong. Panen ini didampingi oleh Dosen Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN), Ajang Maruapey, yang selama ini terlibat aktif dalam memberikan bimbingan teknis budidaya kepada para petani.
Panen kali ini menggunakan varietas padi Galur 54, dan menjadi panen ketiga yang dilakukan oleh kelompok tani tersebut. Ketua Kelompok Tani, Pak De Triono, menyampaikan rasa syukurnya atas hasil yang memuaskan. Ia menyebut panen ini sebagai bukti nyata bahwa kerja sama antara petani, akademisi, dan pemerintah sangat penting dalam meningkatkan produksi pertanian.
Salah satu petani sekaligus pemilik lahan, Agus Rustam, menjelaskan bahwa panen tahun ini menunjukkan peningkatan hasil dibanding musim tanam sebelumnya. Dari lahan seluas setengah hektar, ia mampu memperoleh hasil yang maksimal. Ia pun berharap adanya dukungan tambahan dari pemerintah, terutama dalam hal ketersediaan pupuk dan alat panen.
Agus juga mengungkapkan harapannya terhadap peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang selama ini masih jarang hadir di lapangan. Ia menilai kehadiran penyuluh seharusnya lebih rutin dan tidak hanya saat panen, agar petani mendapatkan pendampingan yang berkelanjutan dalam seluruh proses budidaya.
Dalam hasil evaluasi panen, Dosen Faperta UNAMIN Ajang Maruapey mencatat bahwa dari hasil ubinan diperoleh angka 3 kg per ubin, yang setara dengan 4,8 ton per hektar. Ini merupakan peningkatan dari panen sebelumnya yang hanya mencapai 4,5 ton per hektar. Menurutnya, pencapaian ini menjadi bukti bahwa potensi pertanian di wilayah Kabupaten Sorong sangat menjanjikan jika dikelola dengan baik.
Ajang juga menjelaskan bahwa varietas Galur 54 terbukti menghasilkan bulir padi yang berkualitas tinggi serta tahan terhadap perubahan iklim. Ia menekankan pentingnya perhatian dari pemerintah daerah dalam bentuk bantuan benih unggul, mesin tanam, serta alat panen agar produktivitas pertanian terus meningkat.
Lebih lanjut, Ajang mengajak generasi muda, khususnya Orang Asli Papua (OAP), untuk ikut terlibat dalam dunia pertanian. Ia mendorong mereka untuk tidak ragu bekerja sama dengan petani transmigrasi dan menjadikan pertanian sebagai bidang yang menjanjikan di masa depan. Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, petani, dan dinas terkait dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.
Kegiatan panen ini ditutup dengan penuh rasa syukur oleh para petani. Dosen UNAMIN Sorong berharap keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi kelompok tani lainnya, serta memperkuat peran sektor pertanian sebagai penopang utama ketahanan pangan daerah dan nasional.[HIS]