Dosen Unamin Sorong Teliti Pencemaran Mikroplastik di Sungai Remu untuk Pelestarian Lingkungan

Sorong, 6 September 2024 – Dalam upaya mendalami dampak pencemaran lingkungan di Sungai Remu, Nur Abu, S.Si., M.Sc beserta tim dosen dari Universitas Muhammadiyah Sorong (Unamin) telah melakukan penelitian komprehensif untuk memahami kelimpahan mikroplastik di perairan sungai tersebut. Penelitian ini merupakan bentuk kolaborasi antara Unamin dan UPT Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (KIPM) Sorong, yang sama-sama memiliki kepedulian tinggi terhadap kualitas lingkungan perairan di wilayah Sorong.

Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan data akurat mengenai mikroplastik yang ada di Sungai Remu, yang juga merupakan salah satu sumber utama air bagi masyarakat setempat. Nur Abu menyampaikan harapan agar hasil penelitian ini dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan, baik oleh pemerintah daerah maupun masyarakat, untuk menjaga kebersihan sungai dan mencegah dampak negatif mikroplastik terhadap lingkungan dan kesehatan.

"Kami ingin mengetahui seberapa parah masalah mikroplastik di Sungai Remu, dan data ini sangat penting untuk memberikan gambaran yang jelas kepada pemerintah daerah dan masyarakat tentang pentingnya mengelola limbah plastik dengan lebih baik," ujar Nur Abu saat diwawancarai.

Ia juga menambahkan bahwa penelitian ini melibatkan pengambilan sampel air dari beberapa titik di sepanjang sungai, yang kemudian dianalisis untuk menentukan jumlah dan jenis mikroplastik yang terkandung di dalamnya.

"Kami bekerja sama dengan KIPM Sorong, yang memiliki sumber daya dan peralatan yang memadai untuk mendukung penelitian ini. Harapannya, dengan adanya sinergi ini, kami dapat memperoleh hasil penelitian yang komprehensif dan dapat memberikan dampak positif bagi upaya pelestarian lingkungan," jelasnya lebih lanjut.

Dengan semakin meningkatnya pencemaran plastik di perairan, hasil penelitian ini diharapkan dapat membuka mata banyak pihak untuk lebih serius dalam menangani masalah sampah plastik. Pemerintah daerah, masyarakat, dan sektor swasta diharapkan dapat bekerja sama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan Sungai Remu, sehingga generasi mendatang dapat menikmati sumber daya alam yang bersih dan sehat.

Penelitian ini tidak hanya relevan bagi masyarakat lokal, tetapi juga bagi komunitas akademik dan peneliti lingkungan yang tengah mencari solusi untuk mengatasi dampak pencemaran plastik di perairan. [Humas]

Share this Post