Fakultas Perikanan UNAMIN Menjadi Bagian Penting Rapat Pokja Kawasan Konservasi
Sorong, 28 Juli 2025 - Fakultas Perikanan Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) berperan aktif dalam Rapat Koordinasi Kelompok Kerja (Pokja) yang membahas kesepakatan terhadap perbaikan hasil Konsultasi Publik I Rencana Zonasi Kawasan Konservasi di Perairan Maksegara, Provinsi Papua Barat Daya. Kegiatan strategis ini dilaksanakan di Kantor Loka Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (LPSPL) Sorong pada Senin pagi, mulai pukul 09.30 WIT hingga selesai.
Rapat koordinasi ini menjadi langkah penting dalam menyelaraskan revisi Rencana Zonasi Kawasan Konservasi dengan masukan yang diperoleh dari Konsultasi Publik I. Proses ini memastikan pengelolaan kawasan konservasi dilakukan secara terukur, berbasis riset ilmiah, dan mempertimbangkan kepentingan seluruh pemangku kepentingan.
Hadir dalam rapat tersebut berbagai instansi dan lembaga terkait, antara lain Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Barat Daya, LPSPL Sorong, Dinas Perikanan Kabupaten Sorong, Fakultas Perikanan UNAMIN, dan Yayasan Konservasi Alam Nusantara. Kehadiran beragam pihak ini mencerminkan sinergi lintas sektor untuk menjaga kelestarian sumber daya pesisir dan laut.
Berdasarkan hasil diskusi, Pokja menyepakati beberapa poin penting. Pertama, menyetujui draft rencana zonasi yang telah direvisi berdasarkan masukan Konsultasi Publik I. Kedua, mengoptimalkan batas kawasan konservasi dengan mengalokasikan ruang dalam Materi Teknis Perairan Pesisir – RTRW Provinsi Papua Barat Daya.
Selain itu, Pokja mengakomodir alur lalu lintas kapal sebagai bagian dari kawasan konservasi yang akan digambarkan dengan garis putus-putus pada peta zonasi. Usulan pengembangan pelabuhan eksisting di Kampung Teluk Dore juga diakomodir, dengan penambahan zona pelabuhan/tambat labuh berukuran 100x50 meter ke dalam rencana zonasi.

Rapat ini juga menetapkan pelaksanaan Konsultasi Publik II pada 4–8 Agustus 2025, yang akan melibatkan masyarakat adat, tokoh agama, pemerintah, dan pemangku kepentingan di kampung pesisir. Selain itu, Pokja mengusulkan penyelesaian terpisah terkait permasalahan batas wilayah Kabupaten Tambrauw dan Kabupaten Sorong kepada pemerintah provinsi dan kabupaten terkait.
Fakultas Perikanan UNAMIN diwakili oleh Ahmad Fahrizal, S.Pi., M.Si., selaku Dekan, yang memberikan masukan strategis dalam pembahasan. Kehadiran Fakultas Perikanan UNAMIN menunjukkan komitmen perguruan tinggi dalam berkontribusi terhadap pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan visi UNAMIN untuk mendorong pengelolaan kawasan konservasi berbasis ilmiah dan kolaborasi multipihak demi kelestarian lingkungan laut di Papua Barat Daya.[HIS]