Fakultas Pertanian Unamin Dorong Kemandirian Petani Lewat Pelatihan Pupuk Organik MA-11

Sorong, 18 Mei 2025 - Dalam rangka mendorong kemandirian petani lokal, Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sorong (Unamin) menyelenggarakan kegiatan pendampingan pembuatan pupuk organik berbasis Mikrobakteri Alfaafa-11 (MA-11) di Kelurahan Makotyamsa, Distrik Mayamuk, Kabupaten Sorong. Kegiatan ini merupakan wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang melibatkan dosen dan mahasiswa Unamin secara langsung di lapangan.

Acara ini diikuti oleh tiga kelompok tani aktif di wilayah tersebut: Poktan Mekar Sari, Poktan Sidodi, dan Poktan Gajah Mulio. Para peserta diberikan pelatihan mengenai pentingnya penggunaan pupuk organik, teknik pembuatannya menggunakan bahan lokal, serta cara aplikasi yang tepat untuk meningkatkan hasil pertanian.

Menurut Dr. Ajang Maruapey, SP., MP., dosen pendamping dari Fakultas Pertanian Unamin, penggunaan pupuk kimia dalam jangka panjang menimbulkan beban biaya dan merusak kesuburan tanah. Oleh karena itu, pelatihan ini bertujuan agar petani dapat memproduksi pupuk organik secara mandiri, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.

Inovasi yang diperkenalkan dalam kegiatan ini adalah Superbokashi MA-11, pupuk hasil fermentasi limbah ternak padat dengan bantuan Mikrobakteri Alfaafa-11. Prosesnya hanya membutuhkan waktu tiga hari tanpa perawatan khusus, namun memiliki manfaat besar dalam memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah.

“Kami sangat bersyukur karena diajari langsung oleh dosen dan mahasiswa Fakultas Pertanian Unamin tentang cara membuat pupuk ini. Ini sangat membantu kami,” ujar Supriadi, Ketua Poktan Mekar Sari.

Para petani juga berharap agar kelompok mereka mendapat dukungan dari pemerintah melalui legalisasi kembali di Dinas dan Kementerian terkait, serta kunjungan rutin dari penyuluh pertanian untuk berbagi informasi dan mendampingi proses pengembangan pertanian berkelanjutan.

Trianto, Sekretaris Poktan Tinarbuko, menyebutkan bahwa dengan pupuk buatan sendiri, biaya produksi bisa ditekan dan potensi keuntungan meningkat. Sugeng, Ketua Poktan Gajah Mulio, menambahkan bahwa kerja sama yang telah dibangun bersama Fakultas Pertanian Unamin perlu terus dilanjutkan agar petani benar-benar mandiri dalam pengelolaan pupuk organik.

Selain berdampak pada masyarakat, kegiatan ini juga memberi pengalaman belajar langsung bagi mahasiswa Unamin. Mereka dapat menerapkan teori yang dipelajari di kelas untuk menjawab tantangan nyata di lapangan.

“Pendampingan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju kemandirian pertanian di Makotyamsa, dan menjadi contoh pengelolaan pupuk organik berkelanjutan di Kabupaten Sorong,” pungkas Dr. Ajang Maruapey.[HIS]

Share this Post