Fakultas Teknik UNAMIN Lakukan Kegiatan Benchmarking di FT Sipil dan Perencanaan UII Yogyakarta
Yogyakarta, 10 November 2025 – Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sorong (FT UNAMIN) melaksanakan kegiatan benchmarking sistem penjaminan mutu internal di Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Islam Indonesia (FTSP UII). Kerjasama ini telah terjalin sejak 2019, dengan fokus pada peningkatan sumber daya manusia melalui skema studi lanjut bagi calon dosen FT UNAMIN di Program Magister Teknik Sipil FTSP UII.

Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari Memorandum of Agreement (MoA) yang diperbarui selama kunjungan Dekan FTSP UII, Prof. Ar. Dr.-Ing. Ir. Ilya Fadjar Maharika, M.A., IAI, ke FT UNAMIN pada Oktober 2025. Saat itu, beliau berbagi tentang komitmen kedua institusi untuk harmonisasi dan peningkatan intensitas kerjasama.
Dr. Ir. Hendrik Pristianto, ST., MT., IPM, selaku Dekan FT UNAMIN, menyatakan bahwa tujuan benchmarking ini adalah untuk mempelajari praktik baik pengelolaan dan pelaksanaan sistem penjaminan mutu internal di FTSP UII, khususnya pada Program Studi Teknik Lingkungan. Dalam sambutannya, Dekan FTSP UII menjelaskan bahwa Sistem Penjaminan Mutu (SPM) UII dirancang berdasarkan sepuluh bidang utama yang dikenal dengan akronim "MERCY OF GOD".
Standar Penjaminan Mutu Internal (SPMI) UII, yang dimulai pada periode 2014-2021, terintegrasi dengan nilai-nilai Islam dalam akademik dan non-akademik, menciptakan 99 sub-standar yang berfokus pada kualitas pendidikan. Sejak 2021, dengan perubahan peraturan, standar ini dipadatkan menjadi 45 standar yang lebih fokus dan relevan.
Dari kunjungan ini, Dr. Hendrik Pristianto menyimpulkan bahwa untuk mencapai tata kelola penjaminan mutu yang sebanding dengan UII, FT UNAMIN harus mengedepankan kejelasan struktur organisasi, kebijakan mutu, dan transparansi kerjasama eksternal. "Penting untuk memperkuat mekanisme umpan balik dari stakeholder, serta menyajikan dashboard capaian mutu yang interaktif dan real-time," tambahnya.
Dekan FT UNAMIN juga menekankan perlunya penerapan siklus PPEPP (Perencanaan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) secara konsisten, mulai dari perencanaan standar mutu hingga audit mutu internal yang dilakukan rutin. Dengan demikian, diharapkan FT UNAMIN dapat mewujudkan penjaminan mutu yang tidak hanya bersifat administratif tetapi juga berkelanjutan, melibatkan semua stakeholder dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan layanan.
Kegiatan benchmarking ini diharapkan dapat menjadi jembatan untuk pertukaran ilmu dan praktik terbaik, serta memperkuat kerjasama antara FT UNAMIN dan FTSP UII. Semoga FT UNAMIN dapat mengambil pelajaran berharga dari pengalaman UII dan tampil unggul dalam implementasi sistem penjaminan mutu internal.[CGS]