Greenpeace Bongkar Rahasia Kampanye Digital di UNAMIN Sorong

Sorong, 28 September 2025 – Aula Rektorat Universitas Muhammadiyah Sorong menjadi saksi diskusi inspiratif yang dihadiri oleh salah satu anggota Greenpeace Indonesia, Ibu Rahma Shofiana, yang juga merupakan bagian dari tim media organisasi tersebut. Dalam acara yang berlangsung pada hari Minggu ini, Ibu Rahma memaparkan materi mengenai aktivisme digital dan kampanye digital, yang bertujuan untuk mengedukasi dan menginspirasi para peserta untuk lebih aktif dalam menyuarakan isu-isu sosial dan lingkungan.

Dalam paparannya, Ibu Rahma Shofiana menjelaskan bahwa aktivisme digital melibatkan praktik media yang memanfaatkan teknologi internet, termasuk digitalisasi teks dan gambar. Aktivisme ini merupakan salah satu cara efektif bagi para aktivis untuk menyuarakan aspirasi dan menggalang dukungan dari masyarakat luas.

Sebagai bagian dari diskusi, Ibu Rahma juga membahas konsep kampanye digital, yakni serangkaian kegiatan atau gerakan yang dirancang untuk mencapai tujuan tertentu. Ia memaparkan strategi utama dalam menjalankan kampanye digital yang efektif, dengan menekankan enam elemen penting, yaitu:

1. Menentukan audiens atau sasaran,
2. Membentuk narasi yang kuat,
3. Merumuskan pesan kunci,
4. Memilih saluran atau channel yang tepat,
5. Menghasilkan output kampanye yang relevan, dan
6. Mengoptimalkan momentum.


Namun, Ibu Rahma juga tidak menutupi tantangan yang dihadapi dalam kampanye digital, seperti arus informasi yang terlalu cepat sehingga mudah dilupakan, menjamurnya hoaks, penetrasi buzzer, serta disinformasi yang sering kali memicu fitnah dan kebencian. Selain itu, ia menyoroti pentingnya memastikan agenda kampanye relevan dengan percakapan publik dan bagaimana rencana kampanye sering kali ditafsirkan berbeda oleh audiens.

Dalam sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif, para peserta sangat antusias memberikan pertanyaan dan opini terkait materi yang disampaikan. Salah satu contoh kampanye digital yang dibahas adalah gerakan "Save Raja Ampat", yang berhasil bertahan hingga 1,5 bulan dan memberikan dampak signifikan berupa pencabutan perizinan tambang di kawasan Raja Ampat. Kampanye ini menjadi bukti nyata bahwa kombinasi narasi yang kuat, momentum yang tepat, dan partisipasi aktif masyarakat dapat membawa perubahan besar.

Dalam wawancara usai sesi diskusi, Ibu Rahma Shofiana menekankan pentingnya keberanian untuk bersuara dan berbagi keresahan terkait isu lingkungan di wilayah masing-masing, seraya mengorganisir diri dan komunitas untuk melakukan aksi nyata. "Kampanye 'Save Raja Ampat' menjadi kebanggaan rakyat Indonesia sekaligus peringatan tentang ancaman tambang nikel. Kita perlu mereformasi tata kelola kehutanan dan energi di Indonesia agar lebih berkelanjutan," ujar Ibu Rahma.

Melalui acara ini, LHKP bersama Greenpeace Indonesia di Universitas Muhammadiyah Sorong berhasil memberikan wawasan baru kepada para peserta tentang bagaimana aktivisme dan kampanye digital dapat menjadi alat yang ampuh untuk mendorong perubahan sosial dan lingkungan. Semangat untuk tidak takut bersuara dan beraksi menjadi pesan utama yang diharapkan dapat terus menyebar di kalangan generasi muda.[CGS]

Share this Post