Hari 3 World Water Forum ke-10 : Praktek-Praktek yang Bisa Dirujuk untuk Mengelola Sumberdaya Air

21 Mei 2024 – Kegiatan World Water Forum ke-10 yang berlangsung di Indonesia memasuki hari ketiga dengan agenda yang semakin padat dan beragam. Setelah dibuka secara resmi oleh Presiden Republik Indonesia pada hari sebelumnya, forum ini melanjutkan diskusinya dengan sesi-sesi panel yang menghadirkan para ahli dari berbagai bidang. Salah satu sesi yang menarik perhatian adalah "A Gathering of Water Resources Experts" di Function Room Indonesia Pavilion, yang dihadiri oleh Dr. Ir. Hendrik Pristianto, ST., MT., IPM., Dekan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN).

Sesi pertama yang dihadiri oleh Dr. Hendrik Pristianto membahas tentang pengelolaan potensi sumber daya air di danau-danau di Indonesia, dengan fokus pada program pemerintah untuk tata kelola 15 danau prioritas nasional, termasuk Danau Sentani di Jayapura. Diskusi ini dipandu oleh perwakilan dari Direktorat Rehabilitasi Perairan Darat dan Mangrove, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Sesi ini juga menyoroti pentingnya keterlibatan semua pihak dalam tata kelola air yang berkelanjutan.

Pada sesi berikutnya, Guru Besar dari Universitas Gadjah Mada (UGM) memaparkan tentang penggunaan multiparameter tool dalam tata kelola air tanah yang berkelanjutan. Diskusi menarik juga terjadi saat pembahasan SI-DANAU, sebuah sistem informasi yang dikembangkan oleh Pemerintah Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Australia untuk membantu pengguna dalam mencari dan berbagi data mengenai danau di Indonesia. Selanjutnya, perwakilan dari Universitas Pertahanan Indonesia menyoroti strategisnya ketersediaan air dari sudut pandang ketahanan nasional, menekankan pentingnya air sebagai komponen vital dalam pertahanan negara.

Di akhir sesi, para ahli sumber daya air Indonesia dari enam asosiasi berbeda bersepakat menginisiasi lahirnya Indonesian Water Forum dari tingkat pusat hingga daerah. Forum ini ditutup dengan paparan tentang praktek baik tata kelola air di Sungai Citarum yang berhasil memperbaiki kondisi lingkungan sungai tersebut. Dr. Ir. Hendrik Pristianto menyimpulkan bahwa inisiasi, kerja keras, dan keberpihakan pemerintah terhadap kepentingan masyarakat adalah kunci dalam tata kelola sumber daya air yang baik. Ia menegaskan pentingnya kemauan Pemerintah Daerah dan semua stakeholder di Kota Sorong untuk menerapkan praktek baik ini, demi mencegah terjadinya krisis air dan kerusakan lingkungan di masa depan.(ARK)

Share this Post