ITB Undang Universitas Muhammadiyah Sorong Hadiri Bandung Sustainability Summit 2025
Bandung, 6 November 2025 – Institut Teknologi Bandung (ITB) mengundang Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) untuk hadir dalam Bandung Sustainability Summit (BSS) 2025, yang diselenggarakan pada 6-7 November 2025 di Aula Barat ITB. Kehadiran UNAMIN, yang diwakili oleh Dekan Fakultas Teknik Dr. Ir. Hendrik Pristianto, S.T., M.T., IPM., merupakan bentuk implementasi kerja sama antara kedua perguruan tinggi sekaligus sebagai perwakilan Forum Dekan Teknik Indonesia (FDTI) dalam forum akademik bergengsi tersebut.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) ITB sebagai tuan rumah, dengan dihadiri oleh Rektor ITB Prof. Ir. Tata Cipta Dirgantara, M.T., Dekan FTSL ITB Dr.Eng. Nita Yuanita, S.T., M.T., Dekan FTMD ITB Prof. Dr. Ir. Hermawan Judawisastra, M.Eng., serta jajaran pimpinan ITB, perwakilan pemerintah daerah, mitra industri, akademisi, dan mahasiswa.
Sebagai bagian dari rangkaian acara, dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara ITB dan Suvarna Sustainability, perusahaan konsultan yang berfokus pada strategi keberlanjutan dan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di sektor korporasi. Kolaborasi ini menandai komitmen ITB dalam memperkuat jejaring kemitraan akademik dan industri menuju pembangunan berkelanjutan.

Di sela kegiatan, Dekan Fakultas Teknik UNAMIN melakukan pertemuan dengan pimpinan ITB untuk membahas tindak lanjut kerja sama, termasuk rencana riset kolaboratif, program studi lanjut S3 bagi dosen UNAMIN di ITB, serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Provinsi Papua Barat Daya. Pembahasan juga mencakup potensi pendampingan kepakaran dalam perencanaan infrastruktur daerah, sebagai bagian dari dukungan ITB terhadap penguatan kapasitas sumber daya manusia di kawasan timur Indonesia.
Rektor ITB, Prof. Tata Cipta Dirgantara, menyambut baik langkah tersebut dan mendorong agar komunikasi lintas fakultas antara ITB dan UNAMIN dapat terus diperkuat. “ITB berkomitmen mendukung peningkatan kapasitas akademik dan kolaborasi riset dengan perguruan tinggi di seluruh Indonesia, khususnya di wilayah timur. Sinergi ini menjadi bagian penting dari peran perguruan tinggi dalam membangun Indonesia yang berkelanjutan,” ujarnya.
Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Wali Kota Bandung, Bapak Muhammad Farhan, S.E., yang dalam sambutannya menyoroti potensi strategis Kota Bandung sebagai pusat ekonomi kreatif dan pendidikan tinggi nasional, sekaligus tantangan keberlanjutan yang dihadapi kota metropolitan tersebut. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, dan sektor swasta untuk mengatasi persoalan lingkungan, sosial, dan tata kelola kota.
Sesi keynote speaker diisi oleh Prof. Gretchen Karonji, Special Advisor International dari Center of Big Data for Sustainable Development Goals (CBAS), yang memaparkan berbagai tantangan nasional dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan, mulai dari ketimpangan ekonomi hingga degradasi lingkungan dan rendahnya investasi riset di bidang teknologi hijau.
Konferensi dua hari ini juga menghadirkan empat sesi panel tematik:
- “Mempercepat Transisi Hijau Melalui Kebijakan dan Kemitraan”, menghadirkan pejabat dari Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur, BAPPENAS, dan Asosiasi Pengusaha Indonesia.
- “Sustainability Best Practice”, dengan panelis dari Telkomsel, PT Pertamina, Bank BRI, Danone, dan Social Enterprise.
- “Menjelaskan Data ESG dengan Ekspektasi Investor”, menghadirkan Country Manager Global Reporting Initiative (GRI), Paragon Technology & Innovation, serta Astra Infra.
- “Peran Teknologi dan Inovasi dalam Mendukung Transisi Hijau”, diisi oleh pimpinan dari PT Gapura Liqua Solutions, SUN Energy, PT KAI, dan Foopak Indonesia.
Acara ditutup dengan sambutan dari Dekan FTSL ITB Dr.Eng. Nita Yuanita, S.T., M.T., yang menegaskan pentingnya sinergi antar pemangku kepentingan dalam mempercepat transisi menuju ekonomi hijau di Indonesia. (DWS)