Kantin Unamin Jadi Role Model Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat di Papua Barat Daya

Sorong, 2 Juni 2025 - Universitas Muhammadiyah Sorong (Unamin) menjadi lokasi pertama implementasi program Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (ZONA KHAS) di Provinsi Papua Barat Daya, yang langsung disosialisasikan pada 2 Juni 2025. Acara ini berlangsung di kampus Unamin dan dihadiri oleh sejumlah narasumber ahli, perwakilan Dinas Kesehatan Kota Sorong, pengelola kantin Unamin, serta pelaku UMKM di wilayah tersebut.

Sosialisasi diawali dengan pembukaan resmi oleh Rektor Unamin, Dr. H. Muhammad Ali, M.M., M.H., yang menegaskan pentingnya program Zona KHAS sebagai salah satu langkah nyata dalam mendukung gaya hidup yang lebih sehat dan sesuai prinsip ekonomi syariah. Kantin Unamin dipilih sebagai lokasi awal implementasi program ini dan diharapkan menjadi role model dalam pengelolaan kantin halal, aman, dan higienis di Papua Barat Daya.

Pada sesi sosialisasi, materi pertama dibawakan oleh perwakilan Dinas Kesehatan Kota Sorong, yang memaparkan kebijakan keamanan pangan siap saji di Indonesia. Materi ini mencakup berbagai poin penting, seperti peran strategis Sertifikasi Layak Higienis dan Sanitasi (SLHS) dalam menjamin keamanan pangan, masa berlaku Sertifikat Pengelolaan Higienis dan Sanitasi (SPHS), dan perbedaan persyaratan SLHS dengan label pengawasan.

Materi ini juga menekankan kewajiban pelaku usaha untuk mengikuti pelatihan keamanan pangan siap saji, termasuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala kepada pekerja. Sebagai bagian dari sesi ini, peserta juga diperlihatkan video yang menjelaskan proses pengurusan SLHS secara rinci, sehingga mempermudah pemahaman teknis bagi pelaku usaha.

Materi kedua disampaikan oleh Syoura Dewi S. Sukamto, yang membahas sosialisasi proses sertifikasi halal mandiri (self declare) bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Materi ini mengupas pentingnya sertifikasi halal dalam meningkatkan daya saing produk dan memberikan rasa aman bagi konsumen.

Selain itu, peserta mendapatkan penjelasan mengenai kriteria dan dokumen yang diperlukan untuk proses self declare, tantangan yang mungkin dihadapi pelaku usaha, serta solusi yang dapat diterapkan. Proses Pendampingan Halal (PPH) juga menjadi salah satu bahasan penting untuk memastikan pelaku usaha memahami langkah-langkah yang harus diambil dalam memenuhi persyaratan sertifikasi halal.

Dengan sosialisasi ini, kantin Unamin diharapkan dapat menjadi contoh nyata pengelolaan kuliner yang halal, aman, dan sehat, sekaligus mendorong pelaku usaha di Papua Barat Daya untuk mengikuti langkah serupa. Program Zona KHAS ini diharapkan membawa dampak positif dalam meningkatkan kualitas keamanan pangan dan mendukung terciptanya ekosistem kuliner halal di wilayah tersebut.[HIS]

Share this Post