LP3 Papua Barat Daya Gelar Diskusi Publik: “Siapa yang Menentukan Masa Depan Papua Barat Daya?”

Sorong, 6 Desember 2025 Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Pembangunan (LP3) Papua Barat Daya menyelenggarakan diskusi publik bertema “Siapa yang Menentukan Masa Depan Papua Barat Daya?” bertempat di Kampus UNAMIN Sorong. Kegiatan ini menghadirkan 4 narasumber, yaitu Franky Umpain, S.Sos., Leonardus Idjie, SH., Dorce Kambu, S.Sos., serta Dra. Hj. Endang Gunaisah, M.Si., Ph.D., yang masing-masing menyampaikan pandangan mengenai harapan dan tantangan pembangunan Papua Barat Daya.

Dalam diskusi tersebut, para narasumber menegaskan bahwa Papua Barat Daya sebagai provinsi baru sejak 2022 memiliki sejarah panjang, kekayaan budaya, sumber daya alam yang melimpah, dan sumber daya manusia dengan potensi besar. Menjawab pertanyaan tentang siapa yang menentukan masa depan Papua Barat Daya, para pembicara menekankan bahwa masa depan daerah ini ditentukan oleh seluruh masyarakat melalui pembangunan manusia, pengelolaan potensi, dan keputusan yang diambil hari ini.

Salah satu narasumber yaitu Dra. Hj. Endang Gunaisah, M.Si., Ph.D., menyampaikan bahwa pertanyaan mengenai masa depan Papua Barat Daya bukan sekadar persoalan pembangunan, melainkan ajakan untuk berpikir bersama. “Sebagai seseorang yang bekerja di dunia pendidikan, saya melihat pertanyaan ini tidak hanya sebagai isu pembangunan, tetapi sebuah panggilan bagi kita semua untuk berkolaborasi,” ujarnya.

Papua Barat Daya memiliki modal sosial dan kultural yang kuat, sehingga pembangunan ke depan membutuhkan strategi yang mampu memadukan kekayaan budaya dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Ketua panitia, Muhammad Nasir Sukunwatan, menjelaskan alasan pemilihan tema ini. Menurutnya, Papua Barat Daya merupakan wilayah dengan keberagaman suku dan budaya yang tinggi, sehingga memerlukan ruang dialog untuk menyatukan pemikiran serta merumuskan arah pembangunan daerah.

“Kenapa kami mengambil tema ini? Karena Papua Barat Daya ini beragam suku dan budaya. Kita perlu meramut, kita harus bersatu mengangkat tema ini. Perlu adanya masukan dari berbagai pihak kelompok Cipayung, mahasiswa, pemuda, tokoh agama, tokoh Masyarakat agar terbentuk ide dan rekomendasi yang nantinya akan disampaikan ke pemerintah daerah, MRP, hingga pemerintah pusat,” ujar Nasir.

Empat Perspektif Narasumber

Diskusi publik ini menghadirkan empat narasumber dengan latar belakang yang berbeda untuk memberikan pandangan komprehensif, yaitu:

  1. Akademisi, membahas dinamika pembangunan Papua Barat Daya dalam perspektif keilmuan.
  2. Tokoh Perempuan, menyoroti peran perempuan sebagai agen perubahan sosial.
  3. Perwakilan MRP, memberikan pandangan terkait kebijakan dan arah pembangunan nasional.
  4. Aktivis/Praktisi Hukum, menyoroti aspek regulasi dan perlindungan hak masyarakat dalam pembangunan daerah.

Gabungan perspektif tersebut diharapkan menghasilkan rekomendasi strategis yang dapat menjadi gagasan baru bagi pembangunan Papua Barat Daya ke depan.

Hasil diskusi dan aspirasi peserta akan dirangkum dalam bentuk masukan resmi kepada Pemerintah Daerah Papua Barat Daya, Majelis Rakyat Papua (MRP), serta Pemerintah Pusat. LP3 Papua Barat Daya berharap kegiatan ini menjadi ruang berkelanjutan untuk merumuskan pembangunan yang inklusif, partisipatif, dan berorientasi masa depan. (DWS)

Share this Post