Mahasiswa UNAMIN Raih Best Research Award pada Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional Bidang Teknologi

Sorong,02 Maret 2026 — Mahasiswa Program Studi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN), Muhammad Farhan, berhasil meraih juara penghargaan kategori Best Research Awards dengan peringkat ke-12 dan nilai 839 dari 66 peserta.dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional berjudul Empowering Student Achievement bidang pembahasan teknologi. Kompetisi tersebut diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Farhan mengungkapkan rasa bahagia atas pencapaiannya tersebut. “Saya merasa bahagia karena bisa ikut merasakan berpartisipasi di ajang nasional se-Indonesia. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya,” ujarnya.

Penelitian yang diangkat dalam kompetisi tersebut berjudul “Paradoks Kecerdasan Buatan dalam Pendidikan: Antara Akselerasi Belajar dan Degradasi Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Indonesia.” Penelitian ini membahas paradoks penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam pendidikan, yang di satu sisi mampu mempercepat proses belajar dan meningkatkan akses informasi, namun di sisi lain berpotensi menurunkan kemampuan berpikir kritis siswa apabila digunakan tanpa pendampingan dan literasi yang tepat.

Latar belakang penelitian ini berangkat dari maraknya penggunaan AI oleh pelajar dalam aktivitas akademik sehari-hari. Farhan melihat adanya kekhawatiran bahwa kemudahan yang ditawarkan teknologi dapat menggeser proses berpikir mendalam. Oleh karena itu, diperlukan kajian kritis agar pemanfaatan AI tetap selaras dengan tujuan pendidikan.

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan refleksi bagi pendidik, mahasiswa, serta pembuat kebijakan dalam merumuskan strategi pemanfaatan AI yang lebih bijak. Secara akademik, penelitian ini turut berkontribusi dalam diskursus mengenai etika, literasi digital, dan pengembangan kemampuan berpikir kritis di era kecerdasan buatan. Farhan juga mendorong pemerintah, khususnya Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, untuk menghadirkan regulasi yang jelas dalam mengatur penggunaan AI di lingkungan pendidikan.

Ke depan, Farhan berencana mengembangkan penelitian ini ke tahap yang lebih aplikatif, seperti penyusunan rekomendasi model pembelajaran berbasis AI yang tetap menekankan penguatan kemampuan berpikir kritis. Selain itu, ia juga berencana mempublikasikan hasil penelitiannya agar dapat diakses secara lebih luas.

Melalui capaian ini, Farhan berharap mahasiswa dapat melihat bahwa AI bukanlah ancaman, tetapi juga bukan alat yang digunakan secara instan tanpa proses berpikir. Mahasiswa diharapkan mampu memanfaatkan AI secara cerdas, kritis, dan bertanggung jawab sebagai pendukung pembelajaran, bukan sebagai pengganti kemampuan intelektual.

Melalui pencapaian ini, Farhan berharap mahasiswa dapat melihat bahwa AI bukanlah ancaman, tetapi juga bukan alat yang digunakan secara instan tanpa proses berpikir. Mahasiswa diharapkan mampu memanfaatkan AI secara cerdas, kritis, dan bertanggung jawab sebagai pendukung pembelajaran, bukan sebagai pengganti kemampuan intelektual.

Prestasi yang diraih Muhammad Farhan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sorong untuk terus berkarya, berinovasi, dan berani berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional. Kampus mendorong lahirnya generasi akademisi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, namun tetap menjunjung tinggi etika, integritas ilmiah, dan kemampuan berpikir kritis sebagai fondasi utama dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

Dengan semangat kolaborasi dan literasi yang kuat, diharapkan mahasiswa UNAMIN mampu menjadi agen perubahan yang berkontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan dan pembangunan bangsa di era transformasi digital.(RL)

Share this Post