Mahasiswa UNAMIN Sorong Zaman Digital: Cuma Scroll atau Bikin Perubahan?

Generasi Z dikenal sebagai generasi yang lahir dan tumbuh bersama teknologi digital. Kehidupan mereka nyaris tidak bisa dipisahkan dari internet, media sosial, dan perangkat pintar. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) sebagai bagian dari generasi ini tentu merasakan langsung bagaimana dunia digital membentuk pola pikir, kebiasaan, hingga gaya hidup sehari-hari.

Internet dan media sosial bukan lagi sekadar sarana hiburan, melainkan ruang belajar sekaligus wadah berinteraksi. Diskusi akademik, kerja kelompok, hingga kolaborasi kreatif kini lebih banyak dilakukan melalui platform digital. Namun, di balik segala kemudahan ini, ada pertanyaan penting yang perlu direnungkan: apakah mahasiswa hanya berhenti pada aktivitas scrolling tanpa arah, atau justru mampu menjadikan teknologi sebagai alat untuk menciptakan perubahan nyata?

Era digital menghadirkan dua sisi: peluang dan tantangan. Di satu sisi, mahasiswa memiliki akses luas terhadap informasi, jejaring global, dan berbagai kesempatan untuk berkarya. Konten edukasi, promosi budaya lokal, hingga inovasi penelitian dapat diperkenalkan kepada publik dengan mudah. Di sisi lain, keterikatan berlebihan pada tren hiburan bisa menjebak mahasiswa dalam pola konsumsi pasif, bahkan mengurangi fokus terhadap pengembangan diri.

Mahasiswa UNAMIN Sorong sendiri sudah banyak menunjukkan bagaimana teknologi digital bisa dimanfaatkan secara positif. Misalnya, mereka menggunakan Google Meet untuk kuliah secara daring, dan mahasiswa Fakultas Perikanan membuat video TikTok tentang cara tradisional mengolah ikan. Dari sisi riset, mahasiswa Informatika mengembangkan aplikasi prediksi banjir berbasis machine learning, sementara akun resmi kampus menampilkan prestasi mahasiswa yang kemudian diperkuat dengan partisipasi mahasiswa lain lewat repost dan kreasi konten.

Di sinilah literasi digital menjadi kunci. Mahasiswa UNAMIN Sorong perlu melihat teknologi bukan hanya sebagai alat hiburan, tetapi sebagai jembatan untuk membangun reputasi, menyuarakan aspirasi, serta memperkuat kontribusi terhadap masyarakat. Dunia digital bisa menjadi arena untuk mengasah kreativitas, menebar gagasan, dan memperluas pengaruh positif.

Sebagai Generasi Z, mahasiswa UNAMIN punya pilihan: tetap menjadi pengguna pasif atau melangkah menjadi agen perubahan. Pertanyaan “cuma scroll atau bikin perubahan?” seharusnya menjadi refleksi setiap mahasiswa dalam memaknai perannya di era digital. Dengan sikap bijak, kreativitas, dan inovasi, mahasiswa UNAMIN dapat menjadikan teknologi sebagai sarana untuk membangun masa depan yang lebih baik bukan hanya bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi kampus, masyarakat, dan bangsa. (DWS)

Share this Post