Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sorong Raih Best Writing Award Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional

Sorong, 2 Maret 2026 — Mahasiswa Program Studi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) yaitu Muhammad Farhan, berhasil meraih penghargaan Best Writing Award dalam ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional berjudul Empowering Student Achievement pada bidang Artificial Intelligence (AI). Kompetisi tersebut diikuti oleh 84 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, dan Farhan sukses menempati peringkat keempat dengan total nilai 874 dari 84 peserta. Capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Program Studi Teknik Industri sekaligus menegaskan komitmen UNAMIN dalam mendorong prestasi akademik mahasiswa di tingkat nasional.

Farhan mengungkapkan rasa syukur dan harunya atas penghargaan yang diraih. Menurutnya, pencapaian tersebut bukanlah hasil instan, melainkan buah dari proses panjang yang diwarnai berbagai kegagalan dan pembelajaran. “Saya sangat senang dan terharu bisa mendapatkan penghargaan ini setelah melalui banyak kegagalan. Setiap proses memberikan pelajaran berharga yang membuat saya terus berkembang,” ungkapnya.

Karya ilmiah yang diusung mengangkat inovasi dalam bidang teknologi, khususnya pengembangan fotobioreaktor mikroalga sebagai solusi pemurnian udara di kota-kota besar. Gagasan ini berangkat dari meningkatnya permasalahan kualitas udara di kawasan urban, serta potensi mikroalga dalam menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen secara berkelanjutan. Melalui pendekatan berbasis teknologi dan keberlanjutan, penelitian tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif solusi ramah lingkungan dalam menghadapi tantangan polusi udara.

Penghargaan ini menjadi pencapaian penting dalam perjalanan akademiknya sekaligus penguat bahwa menulis artikel ilmiah bukan sekadar kewajiban akademik, tetapi juga sarana kontribusi nyata terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan solusi atas permasalahan aktual di masyarakat. Partisipasi dalam kompetisi ilmiah juga membuka ruang kolaborasi, pertukaran gagasan, serta penguatan budaya riset di lingkungan kampus.

Kepada mahasiswa UNAMIN lainnya, Farhan berpesan agar tidak ragu untuk mencoba dan berkompetisi. Menurutnya, setiap tulisan memiliki potensi untuk berkembang selama terus diasah. Keberanian untuk mengirimkan karya adalah langkah awal menuju kemajuan. Lomba bukan hanya tentang meraih juara, melainkan juga proses melatih pola pikir kritis, meningkatkan kepercayaan diri, dan membawa nama kampus ke ruang yang lebih luas.

Ia juga menekankan pentingnya literasi di era digital yang sarat informasi. Mahasiswa dituntut mampu membaca secara kritis, menulis dengan tanggung jawab, serta tidak mudah menerima informasi tanpa verifikasi. Dengan budaya literasi yang kuat, mahasiswa UNAMIN diharapkan mampu bersaing secara kompetitif, berkontribusi secara konstruktif, dan menjadi agen perubahan di tengah dinamika perkembangan zaman.

Prestasi ini diharapkan menjadi inspirasi sekaligus pemantik semangat bagi seluruh civitas akademika UNAMIN untuk terus menumbuhkan budaya riset, inovasi, dan publikasi ilmiah yang berkelanjutan. Dengan dukungan institusi dan semangat kolaborasi, mahasiswa UNAMIN diyakini mampu menghadirkan karya-karya unggul yang tidak hanya berdaya saing nasional, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi pembangunan masyarakat dan kemajuan teknologi di masa depan.(RL)

Share this Post