Menghadapi Era AI: Ketahanan Keluarga Jadi Kunci di Kuliah Umum ICMI-UNAMIN

Sorong, 9 Oktober 2024 – Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) bekerjasama dengan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) menyelenggarakan kuliah umum bertema “Ketahanan Keluarga di Era Artificial Intelligence”. Acara ini dilaksanakan secara hybrid di Aula Rektorat lantai 3 Universitas Muhammadiyah Sorong, dihadiri oleh dosen, staf, dan mahasiswa UNAMIN. Kuliah umum ini memberikan pemahaman mendalam tentang peran keluarga di era perkembangan teknologi yang pesat.

Kuliah umum dibuka oleh Dr. H. Muhammad Ali, MM., MH, Rektor Universitas Muhammadiyah Sorong, yang menegaskan pentingnya memperkuat ketahanan keluarga di tengah perubahan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI). "Keluarga harus tetap menjadi pondasi utama di era modern ini, dengan memanfaatkan teknologi namun tetap berlandaskan pada nilai-nilai agama," ujar beliau.

Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si., Ketua Umum ICMI, memberikan sambutan melalui Zoom. Beliau menyoroti pentingnya menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi, namun tetap berhati-hati dalam menjaga integritas keluarga. "Umat Islam harus bijak dalam menyikapi perubahan, termasuk AI, yang kini telah merambah banyak aspek kehidupan. Keluarga yang kuat akan menjadi benteng utama dalam menjaga kebahagiaan di tengah perubahan," katanya.

Materi utama disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Riri Fitri Sari, MM., MSc, Guru Besar Teknologi Informasi dan Komputer Universitas Indonesia dan Wakil Ketua Umum ICMI, yang hadir secara langsung di Universitas Muhammadiyah Sorong. Dalam pemaparannya, Prof. Riri menjelaskan bagaimana AI telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, termasuk dalam interaksi keluarga. "Kita sebagai manusia harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan AI, tetapi tetap mengedepankan peran kita sebagai pemimpin keluarga dan pengendali teknologi," jelasnya. Ia juga menekankan pentingnya penggunaan AI yang diatur dengan baik agar dapat memperkuat nilai-nilai keluarga.

Selain Prof. Riri, materi lainnya disampaikan melalui Zoom. Dr. Herawati Tarigan, Ketua Koordinasi Pemberdayaan Perempuan, Anak, dan Lansia ICMI, memaparkan materi “LGBT dari Perspektif Hukum”. Dalam sesi ini, ia menjelaskan bagaimana hukum Indonesia mengatur isu LGBT dan peran keluarga dalam menjaga nilai-nilai moral. "Pemahaman hukum dan moralitas sangat penting untuk memperkuat struktur keluarga di tengah tantangan sosial yang ada," ujarnya.

Fatri Hayani, SHI, Sekretaris Departemen Pemberdayaan Perempuan dan Lansia Majelis Pengurus Pusat ICMI, membawakan materi tentang bahaya merokok dan kampanye anti rokok. Fatri menekankan pentingnya peran keluarga dalam melindungi anggota keluarga, terutama anak-anak, dari dampak buruk merokok. "Keluarga adalah tempat pertama di mana kesadaran tentang bahaya merokok harus ditanamkan. Kampanye ini harus dimulai dari rumah," ungkapnya.

Kuliah umum ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman akan pentingnya peran keluarga di era kecerdasan buatan, serta menghadapi berbagai tantangan sosial dengan tetap berpegang pada nilai-nilai agama, hukum, dan etika. [Humas]

Share this Post