MPR RI dan UNAMIN Gelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan

Sorong, 21 Oktober 2025 Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI dengan tema “Penguatan Nilai-Nilai Empat Pilar MPR RI pada Lingkungan Akademik”. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Rektorat dan dihadiri oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Acara ini menghadirkan narasumber, yakni Paul Finsen Mayor, S.IP., CM.NNLP., anggota DPD RI/MPR RI Provinsi Papua Barat Daya, serta Arie Purnomo, S.IP., M.Si., dosen FISIP UNAMIN. Keduanya menyoroti pentingnya penguatan nilai-nilai kebangsaan di tengah tantangan perkembangan sosial dan politik identitas yang semakin menguat di era digital.

Dalam pemaparannya, Paul Finsen Mayor menjelaskan bahwa MPR RI terus berupaya menjaga ketahanan ideologi bangsa melalui sosialisasi empat pilar yang terdiri atas Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara. “MPR RI memang terus melakukan sosialisasi, namun dalam hal identifikasi dan pelaksanaan di lapangan, sudah ada lembaga-lembaga negara yang kami berikan kewenangan sebagai eksekutor. MPR RI berperan memberikan pandangan, gambaran, serta arah kebijakan umum terkait haluan negara,” ujar Paul Finsen Mayor.

Sementara itu, Arie Purnomo, S.IP., M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan ini ditujukan untuk menanamkan rasa kebangsaan dan nasionalisme kepada mahasiswa. “Sosialisasi ini menjadi bagian dari pendidikan kebangsaan agar mahasiswa memahami dan mengamalkan nilai-nilai dasar negara. Setiap peserta juga mendapatkan buku tentang Empat Pilar MPR RI yang berisi penjelasan mendalam mengenai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai bekal wawasan kebangsaan mereka,” ungkap Arie.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para mahasiswa dapat memperkuat pemahaman dan semangat kebangsaan, serta mampu menjadi agen penggerak dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa di tengah arus globalisasi dan tantangan digitalisasi. (DWS)

 

Share this Post