Overthinking di Dunia Mahasiswa: Wajar atau Berbahaya?

Sorong, 29 Maret 2026 — Jadi mahasiswa itu nggak cuma soal datang ke kelas, ngerjain tugas, lalu selesai. Di balik itu semua, ada satu hal yang sering banget dialami tapi jarang dibahas: overthinking.

Mulai dari hal kecil sampai besar bisa jadi bahan pikiran. Tugas belum selesai, langsung kepikiran. Nilai belum keluar, jadi was-was. Bahkan hal sepele kayak “tadi jawab di kelas salah nggak ya?” bisa kepikiran berulang-ulang. Lama-lama, capek sendiri.

Sebenarnya, overthinking itu wajar. Apalagi di dunia perkuliahan yang penuh tuntutan. Mahasiswa dituntut buat bisa ini-itu, aktif, pintar, dan cepat beradaptasi. Jadi, kalau kadang kepikiran berlebihan, itu tanda kalau kita peduli sama apa yang kita jalani.

Tapi masalahnya, kalau overthinking terlalu sering dan berlebihan, justru bisa jadi berbahaya. Bukannya bikin kita lebih siap, malah bikin kita stuck. Mau mulai tugas jadi ragu, mau ambil keputusan jadi takut salah. Ujung-ujungnya, nggak jalan ke mana-mana.

Yang sering terjadi juga, mahasiswa jadi suka bandingin diri sama orang lain. Lihat teman yang kelihatannya lebih sukses, lebih aktif, atau lebih pintar, langsung ngerasa tertinggal. Padahal, yang kita lihat cuma bagian luarnya saja. Kita nggak tahu perjuangan mereka di balik itu.

Overthinking juga sering muncul karena kita pengen semuanya berjalan sempurna. Takut gagal, takut salah, takut dinilai orang. Padahal, di dunia perkuliahan, salah itu hal biasa. Justru dari situ kita belajar.

Yang perlu diingat, nggak semua hal harus dipikirin terlalu dalam. Ada hal yang memang cukup dijalani saja. Fokus ke apa yang bisa kita kontrol, bukan yang di luar kendali.

Kalau mulai ngerasa overthinking, coba pelan-pelan tarik diri. Istirahat sebentar, alihkan pikiran, atau cerita ke teman. Kadang, yang kita butuhin bukan solusi rumit, tapi ruang buat napas.

Pada akhirnya, overthinking itu bukan musuh, tapi juga bukan sesuatu yang harus dibiarkan terus-menerus. Wajar untuk berpikir, tapi jangan sampai pikiran itu malah menghambat langkah kita sendiri.

Karena di dunia mahasiswa, yang penting bukan berpikir terlalu jauh, tapi tetap melangkah meskipun pelan.(RL)

Share this Post