Perkuat Kerja Sama Akademik, FT UNAMIN Benchmarking Tata Kelola Laboratorium di ITB
Bandung, 18 Desember 2025 – Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) melaksanakan kegiatan benchmarking tata kelola laboratorium ke Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) Institut Teknologi Bandung (ITB) pada Kamis (18/12). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pengelolaan laboratorium Program Studi Teknik Sipil FT UNAMIN agar selaras dengan standar nasional serta mampu mendukung kegiatan pendidikan, penelitian, dan kerja sama industri.
Rombongan FT UNAMIN dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Teknik, Dr. Ir. Hendrik Pristianto, S.T., M.T., IPM., didampingi Ketua Program Studi Teknik Sipil Iqbal, S.T., M.T. Turut serta dalam kunjungan ini para dosen pengelola laboratorium, yakni Asrul Saputra, S.T., M.T. (Laboratorium Rekayasa Transportasi), Ahmad Januar Jafaruddin, S.T., M.T. (Laboratorium Geoteknik), dan Herlina Arifin, S.T., M.T. (Laboratorium Struktur), serta dua asisten laboratorium dari unsur mahasiswa angkatan 2022, Sitran Arum Andari dan Saiful Alfandi Achmal.

Kegiatan benchmarking ini merupakan tindak lanjut dari Perjanjian Kerja Sama antara Universitas Muhammadiyah Sorong dan Institut Teknologi Bandung Nomor 814/II.3.AU/III.6/G/2025 dan 69/IT1.A/KS.00/2025 yang ditandatangani pada 2 Oktober 2025, serta diperkuat dengan Surat Dekan Fakultas Teknik UNAMIN Nomor 418/II.3.AU/III.3/G/2025 tanggal 15 Desember 2025. Bentuk kegiatan yang disepakati adalah kunjungan benchmarking tata kelola laboratorium di lingkungan Program Studi Teknik Sipil ITB.
Dalam sambutannya, Dekan FTSL ITB, Dr. Eng. Nita Yuanita, S.T., M.T., menyampaikan bahwa peluang kerja sama antara FTSL ITB dan Fakultas Teknik UNAMIN terbuka luas pada tahun 2026. Menurutnya, hal tersebut didukung oleh interaksi yang telah terjalin sebelumnya, antara lain keterlibatan FT UNAMIN dalam Bandung Sustainability Summit pada 6 November 2025 serta kegiatan benchmarking tata kelola laboratorium ini. Bentuk kerja sama yang berpotensi dikembangkan meliputi studi lanjut jenjang doktor (S3), Program Profesi Insinyur, kolaborasi penelitian, dan program pengabdian kepada masyarakat.
Dekan Fakultas Teknik UNAMIN, Dr. Ir. Hendrik Pristianto, S.T., M.T., IPM., menegaskan bahwa kegiatan benchmarking ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas tata kelola laboratorium Program Studi Teknik Sipil UNAMIN. “Kami berharap dapat mempelajari dan mengadaptasi praktik-praktik terbaik pengelolaan laboratorium yang telah diterapkan di ITB,” ujarnya. Beliau juga menambahkan bahwa penugasan dosen untuk mengikuti Program Profesi Insinyur (PPI) di ITB dinilai sebagai langkah realistis, mengingat saat ini baru sekitar 20 persen dosen Fakultas Teknik UNAMIN yang memiliki gelar dan sertifikasi profesi Insinyur.
Selain pengembangan sumber daya manusia, kerja sama ke depan juga diarahkan pada kolaborasi pengabdian kepada masyarakat di wilayah Papua, khususnya Provinsi Papua Barat Daya. Kolaborasi ini diharapkan dapat memanfaatkan hasil penelitian dosen FTSL ITB dan Fakultas Teknik UNAMIN agar dapat diterapkan secara kontekstual sesuai kebutuhan masyarakat setempat.
Terkait agenda benchmarking, Dekan FTSL ITB menekankan pentingnya peran fakultas sebagai unit pengelola program studi dalam memastikan ketersediaan sumber daya laboratorium, baik dari sisi infrastruktur maupun sumber daya manusia. Saat ini, FTSL ITB mengelola berbagai laboratorium yang mendukung pendidikan, penelitian, dan layanan industri di bidang rekayasa struktur, mekanika tanah, rekayasa jalan dan lalu lintas, teknik sumber daya air, serta manajemen rekayasa konstruksi.
Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi di Kantor Program Studi Teknik Sipil ITB bersama Ketua Program Studi Teknik Sipil ITB, Dr. Eng. Ir. Aris Aryanto, S.T., M.T. Dalam kesempatan tersebut dijelaskan bahwa 5 laboratorium utama di Program Studi Teknik Sipil ITB telah memiliki infrastruktur yang memadai dan terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) melalui asesmen berkala. Keberadaan laboratorium yang berkualitas ini tidak hanya mendukung kegiatan akademik mahasiswa jenjang S1, S2, dan S3, tetapi juga berperan penting dalam memenuhi kebutuhan industri, khususnya dalam pengujian model, produk, dan material konstruksi.
Melalui kegiatan benchmarking ini, Fakultas Teknik UNAMIN menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola laboratorium sebagai bagian dari penguatan mutu pendidikan dan daya saing institusi di tingkat nasional. (DWS)