Pidato Haru Wisudawati UNAMIN: Bukan Sekadar Gelar, Ini Tentang Perjuangan
Sorong, 25 Juni 2025 - Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) kembali mencetak sejarah dengan melangsungkan Wisuda Sarjana ke-XXIV dan Magister ke-II yang berlangsung khidmat dan penuh kebanggaan. Salah satu momen paling berkesan dalam prosesi ini adalah pidato perpisahan dari Jein Vostina Kerokim, S.M., wisudawato Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi, yang mewakili para wisudawan dan wisudawati dalam menyampaikan pesan dan kesan selama menempuh pendidikan di UNAMIN.
Dengan suara penuh haru dan hati yang tulus, Jein membuka pidatonya dengan memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan bimbingan-Nya selama proses pendidikan hingga sampai pada momen penuh kebahagiaan ini. “Hari ini saya berdiri di sini dengan penuh rasa syukur yang mendalam mewakili teman-teman wisudawan dan wisudawati di hadapan para tamu kehormatan dan orang tua yang kami cintai,” ujarnya.
Dalam pidatonya, Jein menyampaikan terima kasih kepada Rektor UNAMIN dan seluruh civitas akademika atas ilmu, perhatian, dan kasih sayang yang diberikan dengan tulus. Ia menyadari bahwa keberhasilan mereka bukan hanya hasil usaha pribadi, tetapi juga berkat pengorbanan, doa, dan bimbingan penuh kesabaran dari para dosen dan tenaga pendidik.
“Kami mohon maaf kepada bapak dan ibu dosen apabila selama ini kami pernah lalai, mengecewakan, atau tidak menunjukkan sikap terbaik. Semua itu bukan karena kami tidak hormat, tapi karena kami sedang belajar menjadi dewasa,” tuturnya dengan suara bergetar.
Jein menutup pesannya dengan penuh semangat dan harapan. Ia mengatakan bahwa para wisudawan/wisudawati tidak hanya menerima gelar, tapi juga membawa semangat pengabdian dan tanggung jawab moral untuk menjaga nama baik almamater di mana pun mereka berada. Ia juga menegaskan bahwa ia berdiri bukan hanya sebagai lulusan, tetapi sebagai saksi nyata kebangkitan UNAMIN sebagai kampus unggul di Indonesia Timur.
“UNAMIN bukan lagi berjalan pelan. UNAMIN melesat. UNAMIN adalah bukti bahwa pendidikan bukan soal lokasi, tetapi soal dedikasi,” tegasnya. Ia pun menyampaikan kekaguman dan penghormatan kepada Rektor UNAMIN, Dr. H. Muhammad Ali, M.M., M.H., yang menurutnya telah menjadi pemimpin dengan semangat yang membakar seluruh civitas akademika.
Menutup pidatonya, Jein menyampaikan penghormatan mendalam kepada kedua orang tuanya. “Walaupun orang tua saya tidak hadir secara langsung, saya tahu mereka hadir dalam setiap langkah perjuangan ini. Saya tidak hanya menjadi sarjana hari ini, saya menjadi anak yang menghargai arti dari setiap perjuangan.”
Pidato Jein Vostina Kerokim menjadi simbol dari semangat UNAMIN: tempat yang tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga membentuk pribadi-pribadi yang siap mengabdi dan berkontribusi untuk kemajuan bangsa.[HIS]