Staff dan Mahasiswa UNAMIN raih ilmu dan pengalaman berharga dalam pelatihan potensi MFR BASARNAS

19 Mei 2024 – Sebuah pengalaman berharga diperoleh oleh lima perwakilan dari Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) yang mengikuti Diklat Potensi Medical First Responder (MFR) yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS). Pelatihan ini dilaksanakan dari tanggal 13 hingga 18 Mei 2024 di Asrama Haji. Dalam pelatihan ini, peserta dibekali berbagai keterampilan penting dalam pencarian dan pertolongan pertama, termasuk penilaian kondisi fisik korban, pemindahan korban dari situasi darurat, bantuan hidup dasar, penanganan pendarahan dan syok, cedera jaringan lunak, patah tulang, cedera kepala, dada, dan tulang belakang, terapi oksigen, dan triage.

Perwakilan UNAMIN yang mengikuti diklat ini terdiri dari mahasiswa dan staf yang berjumlah 5 orang, yaitu mahasiswa Perikanan Prodi Pengolahan Hasil Perikanan Semester 4, mahasiswa semester akhir Manajemen, mahasiswa Teknik Sipil Semester 6, staf BAAK Imran S. Pi, dan staf BAU Hamdani. Mereka mengikuti setiap sesi pelatihan dengan penuh antusias dan semangat belajar yang tinggi, menunjukkan komitmen kuat untuk mempelajari dan menguasai keterampilan yang diajarkan.

Dalam sebuah wawancara yang dilakukan dengan salah satu peserta, Amelia (Mahasiswa Prodi Pengolahan Hasil Perikanan) "Dari hasil diklat BASARNAS tentang pertolongan pertama, saya akan terus menyimpan dan mengamalkan ilmu ini kepada orang-orang yang belum tahu dan memanfaatkannya untuk menolong orang lain." Perasaan puas dan senang juga dirasakan oleh para peserta karena mendapatkan ilmu baru yang belum pernah mereka dapatkan sebelumnya. Pelayanan dan kualitas pelatihan yang diberikan dinilai sangat baik, memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan mendalam.

Dengan adanya pelatihan ini, peserta dari UNAMIN berharap agar kegiatan serupa terus berlanjut di tahun-tahun mendatang. “Saya berharap pelatihan ini akan terus berlanjut di tahun-tahun mendatang dan semoga saya bisa masuk dalam anggota atau tim BASARNAS,” tambah Amelia. Pelatihan ini tidak hanya memberikan pengetahuan praktis yang berharga, tetapi juga memperkuat keterampilan dalam penanganan situasi darurat, yang tentunya sangat penting untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam situasi bencana. (ST)

Share this Post