Unamin Dorong Mahasiswa KIP Jadi Duta Kampus untuk Capai Target 2.000 Mahasiswa Baru
Sorong, 24 April 2025 - Universitas Muhammadiyah Sorong (Unamin) memperkuat perannya dalam pengembangan mahasiswa dengan menggelar workshop peningkatan soft skills khusus bagi penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP). Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa penerima KIP didorong untuk menjadi duta kampus dalam upaya promosi penerimaan mahasiswa baru (PMB).

Wakil Rektor I, Muhammad Iksan Badarudin, S.Pi., M.Si., menegaskan bahwa sebanyak 1.369 mahasiswa penerima KIP di Unamin diharapkan mampu mengajak minimal satu calon mahasiswa baru untuk bergabung. "Kami meminta mahasiswa KIP untuk turun langsung ke lapangan mencari mahasiswa baru. Ini adalah bentuk kontribusi nyata mereka terhadap kampus," ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya penguasaan informasi mengenai 22 program studi di dalam program profesi, serta program unggulan lain yang dimiliki Unamin, untuk membantu dalam promosi kampus.
Rektor Universitas Muhammadiyah Sorong, Dr. H. Muhammad Ali, M.M., M.H., menambahkan bahwa kontribusi mahasiswa KIP bukan hanya penting untuk promosi, tetapi juga menjadi salah satu indikator dalam penilaian akreditasi kampus. Mengingat Unamin merupakan perguruan tinggi swasta pertama di Tanah Papua setelah Universitas Cenderawasih, ia mengajak seluruh mahasiswa untuk menjaga prestasi dan semangat kebersamaan. "Mahasiswa KIP memiliki tanggung jawab moral untuk mengangkat nama baik kampus dan memperluas jangkauan promosi," tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga menyampaikan pesan dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) bahwa mahasiswa asli Papua (OAP) harus menjadi prioritas dalam program KIP. Ia menekankan pentingnya verifikasi kelengkapan dokumen seperti Kartu Keluarga, KTP, nama, dan ijazah, untuk memastikan penerima KIP memang benar-benar berasal dari kelompok yang berhak. "Prioritas untuk OAP ini adalah bagian dari upaya keadilan dan pemerataan pendidikan di Tanah Papua," ungkap Rektor.
Sebagai motivasi tambahan, Dr. H. Muhammad Ali menjanjikan pembangunan fasilitas baru seperti kantor Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) jika target penerimaan 2.000 mahasiswa baru tahun ini tercapai. Ia juga merencanakan pengembangan fasilitas untuk seni suara dan tari, sebagai bagian dari upaya mencerdaskan generasi muda Papua.
Dengan peran aktif mahasiswa KIP, Universitas Muhammadiyah Sorong optimistis dapat mencapai target untuk Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) 2025 dan memperkokoh posisinya sebagai perguruan tinggi unggulan di wilayah Timur Indonesia.[HIS]