UNAMIN Gelar Guest Lecture Internasional Bahas Ekologi Terumbu Karang
Sorong, 16 Juli 2026 — Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) menyelenggarakan Guest Lecture Internasional bertajuk “Quest for the Most Productive Coral Reefs” pada Rabu, 15 Juli 2026, bertempat di Aula Lantai 3 Rektorat UNAMIN. Kuliah tamu ini menghadirkan Prof. Renato Morais Araujo, peneliti dari CRIOBE (Centre de Recherches Insulaires et Observatoire de l’Environnement), PSL, Prancis, sebagai pembicara utama bersama dengan timnya.
Kegiatan ini menjadi ruang diskusi ilmiah bagi sivitas akademika UNAMIN untuk mendalami isu-isu kelautan, lingkungan, serta penelitian terumbu karang. Acara terbuka bagi seluruh peserta yang ingin memperluas wawasan bersama pakar bertaraf internasional.
Jalannya sesi pemaparan dan diskusi dipandu oleh Wawan Mangile, BHS Senior Manager Yayasan Konservasi Alam Nusantara, Universitas Hasanuddin, yang bertindak sebagai moderator sepanjang kegiatan.
Dalam pemaparannya, Prof. Renato menjelaskan bahwa perubahan iklim dapat menurunkan produktivitas terumbu karang melalui berbagai mekanisme yang belum seluruhnya dipahami ilmuwan.
“Perubahan iklim dapat memengaruhi produktivitas terumbu karang dengan banyak cara, dan kita belum sepenuhnya memahami semua cara itu. Salah satu yang kita pahami dan besar kemungkinan terjadi adalah: bila di suatu wilayah karang mati dan tidak pulih secara alami akibat perubahan iklim, lama-kelamaan terumbu kehilangan strukturnya, kehilangan tempat berlindung.”
Ia menggambarkan hilangnya struktur terumbu itu dengan perumpamaan kursi di ruang kuliah — ketika tempat berlindung hilang, penghuninya pun pergi.
“Kalau karang mati dan tidak pulih, lama-kelamaan terumbu kehilangan struktur, dan ikan tak bisa hidup di sana. Itulah salah satu cara menurunnya produktivitas terumbu.”
Pokok bahasan dalam kuliah tamu ini bersinggungan langsung dengan sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Upaya menjaga produktivitas terumbu karang menyentuh SDG 14 (Ekosistem Lautan), sementara pembahasan dampak perubahan iklim beririsan dengan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Sebagai forum akademik lintas negara, kegiatan ini juga mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Prof. Renato juga menyampaikan kesan positifnya selama berada di UNAMIN, kampus Islami yang terletak di Papua Barat Daya.
“Saya sangat senang bisa berada di sini. Kampusnya sangat hidup dan semua orang begitu ramah, jadi menyenangkan sekali bisa berada di sini.”
Guest Lecture Internasional ini terselenggara atas kerja sama UNAMIN dengan sejumlah lembaga mitra riset dan konservasi, di antaranya King Abdullah University of Science and Technology (KAUST) dan Konservasi Alam Nusantara, serta turut didampingi oleh Nur Abu, S.Si., M.Sc., Kepala Bidang Kerja Sama Luar Negeri UNAMIN. Kehadiran para pakar dan mitra internasional ini menegaskan komitmen UNAMIN dalam memperkuat riset kelautan dan memperluas jejaring akademik global dari kawasan Papua Barat Daya.(AAM)