UNAMIN Gelar Seminar Nasional dan Pembukaan Sekolah Agraria Bertindak Inklusif dan Liberatif (SABIL)
Sorong, 26 September 2025 – Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) menyelenggarakan seminar nasional dan pembukaan Sekolah Agraria Bertindak Inklusif dan Liberatif (SABIL) dengan tema "Mitigasi Krisis Agraria, Ekologi, dan Ketimpangan Kemakmuran di Indonesia".
Acara ini menghadirkan tokoh-tokoh penting dari berbagai institusi nasional dan daerah, di antaranya:
- Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, S.Sos
- Ketua PP Muhammadiyah, Dr. M. Busyro Muqoddas
- Wishnu Try Utomo dari CELIOS
- Aktivis Greenpeace Indonesia, Arie Rompas
- Anggota DPD RI, Paul Vincent Mayor
- Perwakilan LMA Malamoi, Orpa Barbalina Osok
- Ketua PWM Papua Barat Daya, Drs. H. Mungawan
- Serta Rektor UNAMIN, Dr. H. Muhammad Ali, MM., MH., dan para wakil rektor.
Dalam sambutannya, Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara ini. "Puji dan syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Kehadiran kita semua di seminar nasional ini merupakan momen luar biasa untuk memperkuat solidaritas menuju mitigasi krisis agraria dan ekologi di Indonesia. Saya ingin menyampaikan apresiasi setulus-tulusnya kepada Bapak Rektor Universitas Muhammadiyah Sorong dan seluruh jajarannya atas gagasan luar biasa ini yang diharapkan mampu memberikan inspirasi dan kontribusi nyata bagi masyarakat Indonesia," ujar Elisa Kambu.

Sementara itu, Drs. H. Mungawan, Ketua PWM Papua Barat Daya, dalam wawancara menyampaikan harapannya terhadap peran Sekolah Agraria ini. "Seminar dan pembukaan Sekolah Agraria ini sangat berharga. Kami berharap lulusan dari sekolah ini dapat menjadi agen perubahan yang mampu mengintegrasikan agraria dengan keadilan dan kemakmuran bagi rakyat. Dengan demikian, hak-hak rakyat dapat terjaga dan kemakmuran yang kita impikan bersama dapat terwujud," ungkapnya.
Acara ini menunjukkan komitmen UNAMIN dalam memberikan kontribusi nyata untuk mengatasi tantangan agraria, ekologi, dan ketimpangan di Indonesia. Seminar ini diharapkan menjadi wadah diskusi dan solusi yang dapat memberikan dampak positif bagi pembangunan berkelanjutan, khususnya di wilayah Papua Barat Daya. (DWS)